» » Penderita HIV-AIDS diSubang Terus Meningkat Hingga Mencapai 1.564 Orang

Bewara GSP -Jumlah Kasus penderita Human Immunodeficency Virus (HIV)- Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Subang semakin memprihatinkan. Setiap tahunnya jumlah kasus yang muncul terus mengalami peningkatan
 “Hingga pertengahan Agustus 2017 warga Kabupaten Subang yang telah terkena atau tertular HIV-AIDS mencapai 1.564 orang dan yang telah meninggal dunia karna penyakit ini sebanyak 88 jiwa”Kata Suwata, Kordinator penanggulangan HIV-AIDS Dinkes Subang.
Dikutif dari RealitaJabar.com - Terus meningkatnya jumlah penderita HIV-AIDS dikabupaten Subang dikarenakan mobilitas penduduk yang kian tinggi karena efek globalisasi memicu perubahan perilaku, budaya serta gaya hidup masyarakat. 
Hal itu, menurut Suwata menjadi bagian faktor pemicu meningkatnya penyebaran virus HIV/AIDS di masyarakat kabupaten Subang
Menurut Suwata, penularan melalui hubungan seks menjadi salah satu satu faktor penyebab utama meningkatnya penularan virus HIV/AIDS di Kabupaten Subang. Hal terjadi terutama untuk individu yang sering berganti-ganti pasangan memiliki risiko tinggi penularan virus HIV/AIDS.
“Bahkan 40% Penularan HIV-AIDS dikabupaten Subang disebabkan karena hubungan Homo Seksual atau hubungan sesama jenis” Kata Suwata
Untuk meminimalisir risiko terjangkit virus HIV/AIDS, Dinkes Kab Subang sendiri telah membuat program pemeriksaan HIV gratis diseluruh Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada dikabupaten Subang terutama kepada wanita usia produktif untuk mencegah penularan HIV-Aids kepada bayinya.
“Untuk mencegah penularan harus dilakukan pemeriksaan sedini mungkin untuk diagnosa awal.Maka dari itu warga Subang diminta kesadarannya untuk memeriksakan darahnya” katanya
Suwata menambahkan, hari ini Dinkes Kabupaten Subang bekerjasama dengan Pertamina EP Asset 3 Subang Field melakukan launching program Warga Peduli AIDS dan Pasukan Anti Penyebaran HIV-AIDS(Wapa Pantura) di wilayah pantura, tepatnya di Desa Sukareja Kec.Sukasari 
Pembentukan Warga Peduli AIDS ini diharapkan memberikan solusi dimasa yang akan datang kepada masyarakat di Kabupaten Subang dalam hal peningkatan komitmen dan pencegahan serta penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Subang ” katanya
Lebih jauh Suwata mengatakan, nantinya program Wapa Pantura dibagi menjadi empat kegiatan besar, yaitu pembentukan Wapa di Sukareja, pembentukan kilinik HIV/AIDS di Puskesmas Patok Beusi, dan pendampingan kesehatan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang kurang mampu serta pemberdayaan kewiraanusahaan bagi ODHA dan Wapa.
Suwata juga berharap Wapa Pantura mampu mengurangi risiko penularan HIV/AIDS serta menjadi pusat informasi kepada masyarakat luas terkait dampak dan cara penularan HIV/AIDS. 
“Kami juga akan membantu memberikan keterampilan dan pelatihan wirausaha bagi para Wapa maupun ODHA khususnya PSK dan waria sehingga bisa berhenti dari pekerjaan mereka sebelumnya serta memberikan pendapatna tambahan bagi  ODHA dan Wapa melalui kegiatan kewirausahaan,” katanya. 
Semoga komunitas dan peran serta masyarakat yang tergabung dalam Wapa Pantura memiliki komitmen yang kuat dalam pemcegahan HIV- AIDS,  dan tentunya mengetahui apa itu AIDS, gejalanya dan penyebarannya di masyarakat. Sehingga penyebaran AIDS di Kabupaten Subang dapat kita tekan dan di minimalisir sejak dini”pungkasnya

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama