» » Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Dipastikan Belum Bisa Disahkan Tahun Ini

Bewara GSP - Banyaknya kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Subang belakangan ini, membuat Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang, mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, ke Komisi IV DPRD Subang, untuk dibahas dan disahkan DPRD.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Subang, H. Nunung Suhaeri membenarkan, bahwa pihaknya sudah mengusulkan sebuah draf Raperda, untuk payung hukum dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang semakin marak terjadi, yang didominasi oleh kasus pencabulan terhadap anak di bawah umum.
 
Nunung menyatakan, perlunya Perda sebagai payung hukum penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, karena kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut di Subang, rata-rata perbulan mencapai di atas 4 kasus, yang ditangani PPA Polres, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD). Meski demikian dalam pengusulan Perda tersebut, pihaknya saat ini, masih menemui kendala, terkait anggaran, sehingga target selesai tahun ini tidak bisa tercapai, kemungkinan besar baru bisa diselesaikan pada tahun 2018 nanti. 
 
Lebih lanjut Nunung menambahkan, untuk sementara ini solusinya, saat ini sudah disiapkan sebuah draf Peraturan Bupati (Perbup), untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut.  (r2i) 

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama