» » Budi Setiadi, Seorang Birokrat Dengan Karir Cemerlang

Bewara GSP - Dari sejumlah figur Bakal Calon (Balon) Bupati Subang yang mendaftar ke PDIP, terdapat nama Budi Setiadi.
Meski namanya cukup dikenal oleh masyarakat Subang, bahkan akrab di kalangan birokrat dan PNS pemkab, namun tidak banyak yang mengetahui latarbelakang maupun perjalanan karirnya.
Berikut riwayat singkat Budi Setiadi, abdi negara yang merintis karirnya dari bawah.
Budi lahir dari keluarga Pamong Desa di Tasikmalaya Selatan. Sehingga, pria berusia 52 tahun ini, sangat akrab dengan kehidupan pedesaan, dan tumbuh menjadi seseorang yang sangat mengenal serta mengerti tentang problematika pedesaan.
Usai menjalani pendidikan dasar dan menengah, Budi melanjutkan pendidikannya ke APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri, kini IPDN) Jatinangor dan Institut Ilmu Pemerintahan.
Bahkan, studi Magister (S2) dan Doktoralnya (S3) juga mengambil konsentrasi ilmu pemerintahan di FISIP Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung.
Bekal pendidikan ini, menjadikan Budi sosok yang paham betul seluk-beluk mengelola birokrasi dan pemerintahan.
Dan, karena kapasitasnya di bidang pemerintahan, sejak 1987 Budi mengawali karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Subang. Budi pun, merintis karir ke-PNS-annya dari level bawah.
"Sebagai PNS, saya mulai ditugaskan di bagian staf Kecamatan Compreng,"ujar Budi.
Selanjutnya, Budi dipromosikan menjadi Kepala Urusan Pemerintahan (Kaur Pem) Kecamatan Compreng dan Kasubbag Keagrariaan dan Perizinan Setda Subang.
Dari sini, karir birokrasi Budi kian moncer. Dia diangkat menjadi Camat Kalijati, Camat Pamanukan, Kabag Pemerintahan Setda, hingga Sekretaris BKPMD Subang.
Sekian lama merintis karir pengabdian di Subang, Pemprov Jabar merasa perlu untuk menarik Budi, agar mengabdi di lingkungan yang lebih luas.
Budi pun, lantas ditugaskan menjadi Kabid Penguatan Kelembagaan dan Partisipasi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Jabar.
"Di BPMPD ini, saya cukup lama bertugas,"katanya.
Terakhir, Pemprov Jabar menempatkan Budi sebagai Kabid Pengelolaan Arsip Statis Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Jabar.
Di luar kesibukannya sebagai abdi negara dan pelayan publik, Budi menyempatkan diri berbagi ilmu dengan menjadi Dosen tidak tetap di lingkungan Universitas Subang (Unsub).
"Saya juga mengelola yayasan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,"ucapnya.
Belakangan, atas saran dan dorongan dari rekan sejawat, tokoh masyarakat serta tokoh agama, Budi membulatkan niat untuk maju mencalonkan sebagai Bupati/Wakil Bupati pada Pilkada Subang 2018. Dia pun memilih PDIP sebagai kendaraan politiknya.
"Dengan maju di Pilkada, saya ingin mengamalkan ilmu serta pengalaman, untuk berusaha semaksimal mungkin bermanfaat bagi sesama,"pungkas Budi, yang merupakan pengagum Abdul Wachyan, mantan Bupati Subang 1993-1998 yang dikenal sederhana dan merakyat.

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama