» » Hati-hati! 9 Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Memicu Perceraian Loh

Tips GSP -Banyak orang kerap membicarakan soal terus meningkatnya jumlah pasangan yang bercerai dan pasangan yang tidak lagi tinggal seatap meskipun tak bercerai.  Setiap hubungan tentu memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Mengapa pasangan suami istri menyerah lebih awal dan tidak berusaha memperbaiki hubungan?

Ternyata salah satu faktor penyebab terjadinya perceraian adalah terlalu banyak mengharapkan sesuatu dari pasangan, seperti yang dilansir NOVA.id dariwww.bustle.com.
Tanpa sadar sebuah hubungan suami-istri memiliki harapan tinggi pada setiap pasangannya untuk menjadi pendamping, kekasih, sahabat, pewaris, pelindung, seorang yang peka jika salah satu pasangannya memiliki masalah, dan tempat bersandar di kala terpuruk.
Jika Anda salah satu orang yang berharap banyak seperti hal di atas, sebaiknya ubah pola pikir itu agar hubungan pernikahan tak berujung pada perceraian.  Agar pernikahan tak kerap dipandang barang sekali pakai, seperti yang dikatakan oleh konselor hubungan, Julienne B. Derichs, sebaiknya kita menghindari beberapa kebiasaan buruk ini:

1. Terlalu fokus dengan media sosial
Kita tahu personal brand yang kita bangun di media sosial penting untuk pekerjaan kita.
Namun menghabiskan waktu dan energi untuk mengurus konten media sosial ketimbang mengurus hubungan pernikahan dengan pasangan adalah hal yang keliru.
Oleh karena itu, investasikan lebih banyak waktu untuk pasangan dan anak-anak. Bagaimana cara kita menginvestasikan waktu setiap diri kita pasti memiliki cara yang unik.
2. Saling merawat hubungan
Banyak orang percaya, pernikahan menyatukan dua orang menjadi satu.
Namun, apa yang terjadi? Kepercayaan itu kadang lenyap dari salah satu atau kedua pasangan sehingga bisa menimbulkan permusuhan, kebencian, dan agresivitas pasif.
Oleh karena itu, rawat diri kita dengan menghabiskan waktu bersama pasangan dan saling terbuka membicarakan banyak hal.
3. Tidak membuat anggaran keluarga
Masalah uang dalam hubungan pernikahan adalah salah satu penyebab perceraian. Jadi pastikan, kita dan pasangan membuat anggaran keluarga.
Menurut penasihat professional berlisensi, Patricia Bubash, Med, suami dan istri perlu saling berbagi untuk memenuhi anggaran keluarga.
Sehingga tanggung jawab keuangan keluarga berada di kedua belah pihak.
4. Terlalu fokus dengan karir
Mungkin kita selalu berusaha menyeimbangkan perhatian untuk karir dan hubungan dengan pasangan, namun masih ada dari kita yang belum berhasil.
Kita tahu mendapat tekanan dari atasan tidak bisa terhindarkan.
Oleh karena itu, menjadi lebih peka ketika pasangan berada di bawah tekanan bisa menjadi solusi.
Seperti yang kita tahu, biasanya pasangan cenderung tidak mau berhubungan dengan orang lain ketika berada dalam tekanan.
Jadi, luangkan waktu hanya berdua dengan pasangan agar pasangan merasa kehadiran Anda pada waktu susah dan senang sepadan.
5. Sering bertengkar
Kita tahu setiap pertengkaran dengan pasangan membuat suasana yang tidak menyenangkan.
Tetapi, tahukah Anda bahwa, “cari aman” dengan berusaha menghindari hal-hal yang dapat memunculkan pertengkaran dengan pasangan merupakan hal yang merugikan diri sendiri.
Satu-satunya cara agar segala sesuatunya berubah dan menjadi lebih baik adalah didiskusikan dengan hati yang dingin.
6. Tidak hadir dalam momen penting
Hubungan pernikahan pasti ada kalanya dalam kondisi susah dan sedih.
Seperti ketika pasangan kita sakit, tentu kehadiran kita akan sangat diharapkan.
Jadi usahakan untuk hadir sebagai bentuk dukungan pada pasangan.
7. Utamakan anak
Nah, biasanya soal anak bisa jadi pemicu kita bertengkar dengan pasangan.
Membesarkan anak memang tanggung jawab sebagai orangtua, tetapi kita juga membuat komitsen seumur hidup untuk pasangan kita.
Jangan sampai, ada hal lain yang membuat kita jadi melupakan keluarga atau bahkan anak sebagai prioritas.
8. Sudah terbiasa pada rutinitas
Rutinitas yang nyaman adalah sesuatu yang bagus untuk suatu hubungan dengan pasangan.
Akan tetapi, seringkali tanpa sadar kita bisa saja melakukan hal-hal yang menyimpang dalam suatu hubungan.
Misalnya saja ketika rasa bosan sedang melanda, kita cenderung melakukan hal-hal yang justru jadi di luar kebiasaan kita.
Jika memang rasa bosan itu sulit dihilangkan, cobalah melakukan kegiatan yang baru dan menyenangkan bersama keluarga.
9. Kebiasaan rumah tangga yang berbeda
Bagian dari hidup bersama sebagai pasangan berarti memikirkan cara untuk melakukannya secara harmonis.  Jadi masuk akal mengapa kebiasaan rumah tangga berbeda bisa memicu pasangan terpisah.
Jika kita dan pasangan memiliki kebiasaan rumah tangga yang berbeda - salah satu dari kita rapi dan yang lainnya berantakan, di beberapa titik di jalan ini bisa memecah hubungan.
Jadi sebaiknya, bicarakan dan diskusikan dengan pasangan agar tercipta harmonisasi dalam hubungan. Intinya kita harus jadi pasangan kompak dan harmonis. (*) 





About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama