» » Larang Bawa Senpi ke Tempat Hiburan

Bewara GSP - Penggunaan senjata api oleh oknum kepolisian di tempat hiburan menjadi perhatian Kapolres Subang, AKBP Mohamad Joni SIK.  Hal ini menyusul insiden tertembaknya seorang pemandu lagu (PL) oleh oknum anggota Polsek Pakenjeng, Kabupaten Garut, Selasa (3/10) lalu.
Timah panas itu menembus paha kiri sang PL. Beruntung insiden tersebut tak menelan korban jiwa. Namun demikian, paha kiri sang PL mengalami luka serius akibat tertembak hingga tembus dari depan hingga belakang.
Untuk mengantisipasi hal serupa, Kamis (6/10 lalu, Polres Subang melakukan pemeriksaan senjata api (senpi) milik sejumlah anggotanya. Bahkan 10 senpi diantaranya terpaksa harus ditarik karena tak sesuai persyaratan secara administrasi.  Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni menegaskan, pihaknya melarang keras anggotanya membawa senpi ke tempat hiburan. Hal tersebut untuk mengantisipasi penyalahgunaan senpi di lapangan.
Dijelaskan Kapolres, senpi tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. Anggotanya hanya akan diperbolehkan membawa senjata api ke tempat hiburan jika sedang bertugas.
Namun jika di luar tugas, senpi tidak diperbolehkan dibawa ke tempat hiburan.
Membawa senpi ke tempat hiburan, kata Kapolres, membawa kesan negatif terhadap anggota kepolisian di masyarakat.  Jika masih ada anggotanya yang tetap membandel membawa senpi ke tempat hiburan, Kapolres mengaku tak segan-segan menindak tegas yang bersangkutan.
“Jika terbukti, akan diproses secara kode etik, karena menjadikan indikasi negatif dari masyarakat,” jelasnya.
Selain memperketat penggunaan senpi anggotanya, kata Kapolres, pihaknya juga sedang melakukan pembenahan ruangan sel tahanan. Tak hanya dari sisi fisik bangunan, pengawasan terhadap para tahanan pun akan ditingkatkan. Sementara petugas piket pun akan diwajibkan selalu memeriksa kondisi kesehatan tahanan di dalam sel. Termasuk saat waktu sholat tiba.

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama