» » Ratusan Buruh Ontrog Kantor Bupati Subang, Minta UMK 2018 Sebesar Rp 2,9 Juta

Bewara GSP - Ratusan Buruh Subang melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pemda Kabupaten Subang Jawa Barat, Kamis siang (19/10).
Dalam aksinya mereka melakukan orasi di depan Kantor Pemda menyuarakan tuntutan-tuntutan, yaitu: Menolak kenaikan upah sesuai PP No. 78 tahun 2015, Menolak Upah Minimun sektor Garmen dibawah UMK, Tetapkan Upah Minimun sektor Garmen Kabupaten Subang, Naikan Upah Minimun sebesar US 50 atau 2,9 juta, Menolak Upah Padat Karya di Kabupaten Subang dibawah UMK, Hapus Sistem Kerja Kontrak dan Kembalikan Hak-Hak buruh.
Kemudian mereka diterima oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, Asep Nuroni yang didampigi Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat dan Ketertiban Umum, Asep Setia Permana serta anggota DPRD Kab Subang.
Menjawab tuntutan para buruh, Kadisnakertrans menyatakan bahwa di Subang tidak ada ketentuan upah padat karya.
“Karena upah padat karya itu dibawah UMR, saya yakinkan kepada mereka bahwa di Subang tidak ada upah padat karya. Itu ‘kan dibawah UMR. Sudah minim jadi minus,” paparnya.
Lalu kata Asep mengenai Upah sektor garmen diserahkan pada mekanisme hubungan bipartit antara pengusaha dan buruh. “Dalam hubungan bipartit (itu) ‘kan tinggal kemampuan para pengusaha dan buruh dalam menerima itu,” jelasnya.
Sedangkan mengenai tuntutan pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 tahun 2015 diserahkan pada kepada mekanisme hukum. “Karena itu urusan pusat. (Tepatnya) serahkan saja pada mekanisme hukum. Bisa saja melalui proses hukum kepada Mahkamah Konstitusi,” jelasnya lagi.
Mengenai Upah 50 dolar AS, kata Asep pihaknya sangat mendukung. “Kalau soal kenaikan (upah) itu berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan. Pada dasarnya kami setuju,” katanya.(RJ)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama