» » TPA Panembong Baru Mampu Mengolah 30 Sampah untuk Menjadi Gas Metan

Bewara GSP - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, H. Yayat Sudrajat menegaskan, pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA), di tahun 2017 ditargerkan hanya 30 persen, yang bisa dikelola dan dimanfaatkan menjadi nilai ekonomis, dan sisanya 70 persen sampah tersebut, masih belum bisa di manfaatkan secara maksimaldi Subang, Minggu (29/10/2017).

Namun menurut Yayat, untuk TPA Panembong sendiri saat ini, sebenarnya masih bisa dioptimalkan, jika pengelolaan sampah bisa lebih maksimal dilakukan, dan untuk saat ini saja dari 100 sampah yang masuk ke TPA Panembong, 30 persennya sudah dikelola, dan menghasilkan nilai ekonomis bagi masyarakat, seperti diolah menjadi gas metan, dan didaur ulang dibuat kerjinan tangan, berarti ada sekitar 70 persen lagi sampah yang tersisa yang belum bisa dimanfaatkan.
 
"Untuk tahun 2017 ini Kita baru bisa mengoptimalkan pengelolaan sampah ini, sekitar 30 persennya, untuk diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis," jelasnya.
Namun dikatakanya, untuk tahun 2018 nanti, LH menrgetkan 40 persen sampah itu, bisa diolah untuk gas metan dan kerajinan tangan.
 
"Dengan target 40 persen sampah yang diolah itu, bisa menambah jumlah sambungan gas metan, dari 10 Kelapa Keluarga, menjadi 20 KK di tahun 2018 nanti," tandas Yayat.
 

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama