» » Perawat Jangan Dijadikan Sapi Perah

Bewara GSP - Profesi perawat dianggap sebagai pekerjaan yang sangat vital. Mereka merupakan garda terdepan dalam setiap pelayanan di rumah sakit, klinik hingga puskesmas. Namun demikian, tak jarang peran perawat masih dianggap sebelah mata.
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Subang, Tommy Hidayat Amk, SKM, MM mengatakan, organisasi perawat merupakan organisasi terbesar kedua setelah PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Meningat jumlahnya anggotanya yang cukup tinggi.
Menurut Tommy, jumlah perawat di Kabupaten Subang diperkirakan mencapai 3.000 orang lebih. Sementara yang tercatat di organisasinya baru mencapai 2.000 orang lebih. Mereka menyebar hampir di seluruh rumah sakit, klinik dan puskesmas. Dari jumlah itu, sebanyak 60 persen merupakan perawat laki-laki. Sisanya, sebanyak 40 persen merupakan perawat perempuan. 
Namun demikian, saat ini perawat yang berstatus PNS (pegawai negeri sipil) baru sebanyak 800 orang. Sementara sebanyak 200 orang perawat masih berstatus sukwan. Dengan jumlah anggota yang banyak tersebut, kesejahteraan perawat harus segera ditingkatkan.
Masih menurut Tommy, tenaga perawat jangan dijadikan seperti sapi perah, karena perannya langsung berhadapan dengan pasien. Ia juga berkeyakinan, ketidakhadiran perawat di rumah sakit, klinik, atau puskemas, akan berdampak pada pelayanan di lembaga tersebut.
Dengan alasan tersebut, Tommy meminta pemerintah maupun rumah sakit atau lembaga kesehatan lainnya agar lebih memperhatikan kesejahteraan perawat. Tommy mencontohkan, hingga saat ini gaji perawat masih terendah dibanding gaji tenaga kesehatan lainnya, termasuk tenaga farmasi.
Berkaca dari kesejahteraan perawat di Kabupaten Subang, khususnya non PNS atau sukwan, pihaknya sudah melakukan upaya-upaya untuk meningkat kesejahteraan anggotanya. Diantaranya dengan melakukan audiensi dengan DPRD dan Bupati Subang.
Tommy berharap, kedepan perawat berstatus sukwan bisa mendapatkan tunjangan minimal Rp300-Rp500 ribu per bulan. Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau lembaga kesehatan yang memperkerjakan perawat tidak boleh memberikan gaji dibawa UMR Jawa Barat.
“Tidak boleh perawat yang digaji di bawah Rp1,3 juta,” tegasnya. (pe) 

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama