» » Ratusan Buruh Geruduk Kantor Bupati Subang Tolak Kenaikan UMK Tahun 2018

Bewara GSP -  Ratusan massa buruh gabungan dari sejumlah serikat buruh di Kabupaten Subang, yang tergabung dalam Aliansi Buruh Subang (ABS), mengepung Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, kemudian berlanjut di Kantor Bupati Subang Jawa Barat. Mereka melakukan aksi unjukrasa menolak kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Subang tahun 2018, yang telah ditetapkan Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab), sekaligus mendesak Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih, agar merevisinya sebelum diajukan ke Provinsi.  Dalam orasinya, para buruh merasa kecewa dengan besaran kenaikan UMK yang sudah ditetapkan. 

Mereka menilai UMK Subang yang ditetapkan Rp2,5 juta tidak rasional, dengan kebutuhan hidup kaum buruh saat ini, apalagi berbagai kebutuhan hidup sehari-hari terus mengalami kenaikan.    

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Subang Suwira mengatakan, penetapan UMK tersebut terkesan dipaksakan, yang mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang sistem pengupahan, yang bertentangan dengan Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, dan penetapan UMK tersebut hanya berpatokan terhadap hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL), yang hanya 1 kali survei, padahal jika mengacu kepada UU 13 seharusnya survei KHL tersebut, dilakukan oleh Depekab itu 3 kali dalam satu tahun, artinya penetapan UMK tahun 2018 cacat demi hukum. Aksi buruh kali ini kata Suwira, dipicu adanya kabar, bahwa UMK yang ditetapkan Depekab sudah ditandatangani oleh bupati. 

Padahal besaran angka kenaikannya tidak rasional, hanya Rp200 ribu, itu tidak sesuai dengan kondisi sekarang ini. Alasan lain dari aksi penolakan UMK yang dilakukan kaum buruh kali ini, terkait pada saat penetapan UMK oleh Depekab, tidak transfaran, dan terkesan sembunyi-sembunyi.  

Sementara itu sebelumnya ratusan buruh ini, menggelar aksi unjukrasa di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang.  

Sedangkanrencana aksi ke DPRD dibatalkan karena pada saat yang bersamaan seluruh Anggota DPRD Subang sedang melaksanakan studi banding ke luar Kabupaten Subang, dan massa buruh hanya lewat ke gedung DPRD sambil meneriakan kekecewaan terhadap para Anggota DPRD.

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama