» » Pembahasan Revisi Perda RTRW Pelabuhan Laut Internasional Patimban di Pansus DPRD Subang Alot

Bewara GSP - Pembahasan Revisi Peraturan Daerah (Perda) RTRW, terkait dengan pembangunan Pelabuhan Laut Internasional Patimban Subang, antara DPRD dan Pemkab Subang, di ruang Rapat Paripurna DPRD Subang, Rabu (20/12/2017), pembahasan tersebut cukup sengit, karena belum ada titik temu dalam merumuskan regulasi untuk sebuah Perda RTRW. 

Ketua Pansus Revisi Perda RTRW, Dede Warman menyatakan, yang menjadi persoalan terkait dampak pembangunan pelabuhan laut internasional Patimban, yang akan menggerus lahan pertanian berkelanjutan, dan tentunya juga akan berdampak terhadap menjamurnya industri yang perlu diantisifasi, guna mempertahankan Subang sebagai lumbung padi nasional.    

Sementara itu kata Dede, kedua point tersebut khususnya untuk lahan pertanian yang tergerus oleh pembangunan pelabukan laut internasional Patimban yang menggunakan lahan darat, seluas 350 hektar, termasuk didalamnya lahan pertanian produksif, akan tercover oleh adanya pembangunan sodetan salamdarma dan bendung sadawarna, meski tidak seluruhnya lahan pertanian yang terkena dampak pelabuhan laut internasional tersebut, tergantikan.   

Sementara itu untuk tumbuh kembangnya industri, perlu Kita patenkan beberapa Desa dan Kecamatan yang harus masuk dalam perda rtrw ini, agar nantinya, industri itu berdiri di bukan zonanya. (r2i)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama