» » Dua TKW Diduga jadi Korban Traffiking

Bewara GSP - Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Subang dilaporkan kabur dari tempat kerjanya. Hal itu dilakukan setelah diketahui dirinya menjadi korban perdagangan orang atau traffiking.

Informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Sunarsih asal Dusun Liang Buaya Desa Kotasari Kecamatan Pusakanagara. Wanita berusia 33 tahun yang berkerja di Hongkong ini, sebenarnya hendak pulang ke Indonesia pada tanggal 31 Desember 2017 lalu. Namun bukannya dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Subang, korban malah dibawa ke Surabaya.
Kasi Penempatan dan Perlindungan TKI Bina Penta Disnakertrans Kabupaten Subang, Indra Suparman mengatakan, kasus ini diketahui setelah pihaknya mendapat laporan dari pihak keluarga. Untuk mengatasi kasus ini, Disnakertrans akan memanggil PJTKI dan sponsor yang memberangkatkan korban.
Masih menurut Indra, korban bukan pertama kali bekerja sebagai TKW di Hongkong. Keberangkatan kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Namun baru kali ini korban mendapakan masalah dari majikannya.
Selain itu, kata Indra, korban berangkat dengan menggunakan jasa perusahaan pemberangkatan PT Rimba Ciptaan Indah untuk bekerja di Hongkong. Setelah enam bulan awal, tak ada laporan yang janggal dari korban. Namun belakangan, korban mengaku sering disiksa oleh majikannya. Pihak keluarga yang mendapatkan informasi dari korban langsung melaporkan kasus ini ke pihak Disnakertrans.
“Pengakuan dari keluarga, TKW tersebut sering disiksa majikannya. Karena ngga kuat, TKW ini lalu meminta ke sponsornya untuk dipulangkan. Tapi bukannya dipulangkan, malah dibawa ke Surabaya,” jelas Indra.

Tak percaya begitu saja, Indra pun lalu mengecek kasus ini ke BNP2TKI. “Infonya, karena ngga kuat, TKW tersebut pulang. Namun setelah di Undonesia, bukannya pulang ke Subang. Padahal pihak keluarga sudah menunggu. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata TKW tersebut berada di Surabaya,” jelasnya.
Diakui Indra, pihaknya sudah memanggil pihak sponsor yang memberangkatkan korban. Menurut pihak sponsor, saat itu korban memang berkeinginan pulang ke Surabaya. Pihaknya menduga, TKW tersebut menjadi korban traficking.
“Menurut sponsor yang memulangkan, TKW tersebut yang ingin pulang ke Surabaya, bukan ke Subang,” jelasnya.

Menurut Indra, kasus yang sama juga terjadi pada seorang TKW asal Kabupaten Subang. Saat itu ada seorang TKW asal Subang yang dipekerjakan sebagai PSK di Batam. Padahal saat itu korban hendak pulang dari tempat kerjanya di Singapura.
Untuk kasus ini, pihaknya segera menjemput korban yang diketahui bernama Carmi Camelia, 43, asal Dusun Sukamahi RT 01 RW 06 Kecamatan Pamanukan, Subang.
“Kita akan jemput TKW tersebut besok (hari ini) setelah sebelumnya diamankan oleh pihak kepolisan dan BPN2TKI,” pungkasnya. (pe)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama