» » KPAI: Remaja Korban Trafficking Butuh Pemulihan Secara Utuh

Bewara GSP - Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah menyatakan,  8 orang remaja asal Bandung, Jawa Barat diduga menjadi korban perdagangan orang ke Surabaya kini sedang ditangani Dinas sosial. 

“Terdapat 3 orang yang masih usia di bawah umur dengan latar belakang putus sekolah.KPAI melakukan pengawasan pada hari Rabu, 21 Februari 2018 untuk memastikan kondisi mereka terlindungi hak-haknya seperti kesehatan fisik dan psikisnya serta pemulihan mental dan psikologisnya,” kata Maryati dalam keterangannya, Kamis (22/2/2018).

Maryati mengatakan, korban trafficking yang dieksploitasi secara ekonomi untuk kepentingan prostitusi harus ditangani secara utuh, karena mereka terancam kesehatan tubuhnya.

Dikhawatirkan, kata dia, terkena PMS (penyakit Menular Seksual), kemudian dari   keamanannya, karena mereka masuk dalam jaringan para mucikari yang bekerja seperti MLM (multi level marketing) yang kemungkinan masih berkeliaran.
Atas itu, lanjutnya, KPAI mendorong kepolisian untuk tuntas membongkar sindikat perdagangan orang, karena mereka tidak mungkin beroperasi tanpa jejaring kota-kota besar yang memberikan penempatan secara strategis agar dapat mengeruk keuntungan dari para korban.

Dikatakan, KPAI dalam waktu dekat juga akan menemui  Wali Kota Surabaya untuk melanjutkan komitmennya menghapuskan praktik prostitusi di Kota Surabaya.

“Dan Kota-kota besar lainnya. Kita semua prihatin anak-anak bangsa diceburkan ke dalam jurang yang mengancam dan membahayakan masa depannya, sementara para pelaku hidup dan bersenang-senang dari hasil anak-anak yang dilacurkan ini,” ketusnya.

Lebih lanjut, KPAI mendorong pemidanaan menggunakan UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Junto UU No 35 Tahun 2014 tentang UU Perlindungan Anak maksimum 10 tahun penjara dan denda paling banyak 200 juta rupiah. Selain itu, KPAI menghimbau, keluarga dan sekolah sebagai lingkungan paling dekat dengan kehidupan remaja hendaklah lebih menguatkan memberikan perhatian dan pendekatan persuasif pada anak-anak yang kemungkinan memiliki masa puberitas remaja dan transisi menjadi dewasa. 

“KPAI selanjutnya memonitor hak pendidikan para remaja ini untuk melanjutkan sekolah, kemudian mengawal penegakkan hukum dan proses pengadilan serta implementasi pemenuhan hak restitusinya serta komitmen semua pihak untuk mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak,” tuntasnya.  (r2i)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama