» » Marak Kasus Pekerja Migran Ilegal Disnakertrans Subang Siap Gelar Sosialisasi

Bewara GSP - Maraknya Pekerja Migran Ilegal asal Subang, membuat Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) meminta Layanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Terpadu Satu Pintu (LP2TKITSP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang, untuk lebih gencar melakukan sosialisasi, sehingga dengan sosialisasi tersebut, diharapkan mampu meminimalisir Pekerja Migran Ilegal ke Luar Negeri.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Penempatan dan Perlindungan TKI, Bina Pentak Disnakertrans Kabupaten Subang, H. Indra Suparman SH menyatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini segera mengundak seluruh Camat di Disnakertrans, guna menyampaikan semua prosedur menjadi Pekerja Migran, guna disampaikan kepada para Kades dan Lurah, untuk disampaikan kembali kepada masyarakat di Subang, Sabtu (24/2/2018).

Kasus Carin Pekerja Migran Ilegal asal Pamanukan, yang sudah 5 kali ke Luar Negeri, yang terancam hak Pasportnya dicabut oleh pihak Imigrasi kata Indra, akan menjadi tofik sosialisasi kepada para Camat, sehingga kedepan tidak ada lagi Carin-carin yang lainnya di Subang.
"Berkaca kepada kasus Carin Pekerja Migran Ilegal yang sudah 5 kali ke Luar Negeri, sudah sepatutnya menjadi bahan Kita untuk mengevaluasi pemberangkatan para calon Pekerja Migran Kita, dan kasus Carin ini, sudah selayaknya menjadi perhatian seluruh stakehoulder untuk ikut berperan serta dalam melakukan pencegahan," tegasnya.

Dikatakannya, atas kasus Carin tersebut, BNP2TKI berencana untuk menandatangani MoU dengan LP2TKITSP Disnakertrans Kabupaten Subang, guna melakukan pencegahan masih maraknya Pekerja Migran Ilegal asal Subang, dan BNP2TKI sendiri menjanjikan akan menggelontorkan anggaran, guna kelancaran sosialisasi tersebut.

"Alhamdulillah, Kita mendapat respons dari BNP2TKI, yang rencananya akan datang ke Subang pada hari Senin (26/2/2018) mendatang, untuk penandatanganan MoU, terkait pencegahan Pekerja Migran Ilegal," pungkas Indra.  (r2i)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama