» » KPK Gadungan Peras Kepala Dinas

Bewara GSP - Polres Subang berhasil membekuk tiga oknum yang mengaku dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Ketiga pelaku ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di sebuah rumah makan di jalan Kelurahan Sukamelang, kemarin (7/3). Ketiga pelaku diketahui berinisial JS, GR dan DO. Dalam keterangannya kepada petugas, JS dan GRA yang tercatat sebagai warga Sumedang ini mengaku sebagai Komisioner KPK dari Bagian Investigasi. Sementara DO merupakan pelaku yang memfasilitasi komunikasi dengan kepala dinas.

Kapolres Subang, AKBP Muhamad Joni mengatakan, penangkapan ketiga pelaku berawal saat adanya laporan dari seorang kepala dinas yang mengaku diperas oleh pelaku. Bahkan sekitar pukul 13.30 WIB, para pelaku sempat mendatangi kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) untuk meminta uang tunai sebesar Rp5 juta kepada Kepala Dinas Ida Sudayat.
Dalam aksinya, para pelaku ini menggunakan modusnya dengan meminta paket proyek yang ditenderkan oleh DPKP Kabupaten Subang. Namun saat itu, sang kepala dinas menjelaskan sedang tidak ada paket proyek karena proses lelang sudah selesai.
Karena tidak berhasil meminta paket proyek, para pelaku kemudian beralih meminta sejumlah uang dengan alasan untuk mengkondusifkan dinas tersebut. Tak hanya itu, para pelaku juga mengancam akan memproses persoalan paket proyek yang ada di DPKP Subang.
Kepala DPKP tidak menerima dirinya diancam oleh para pelaku, kemudian langsung menghubungi pihak kepolisian. “Petugas kami langsung meluncur. Adapun penangkapan para pelaku juga turut diamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp5 juta, 1 kartu nama anggota Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI), 1 lembar surat palsu berisi deklarasi antara KPK, LPPNRI dan DPR RI, 2 ponsel merk Nokia, 1 ponsel merk Samsung dan 4 KTP,” jelas Kapolres.

Masih menurut Kapolres, sebelumnya pelaku JS mengaku sebagai Komisioner KPK dan tidak menyebutkan anggota LSM. Kondisi ini sempat membuat geger pihak DPKP Subang.
“Untuk para pelaku dikenakan pasal 368 dengan ancaman 9 tahun penjara,” tegasnya.

Di kesempatan tersebut, Kapolres mengapresiasi kepala dinas yang berani melaporkan upaya pemerasan tersebut.
“Tiga pelaku ini ternyata dua di antaranya adalah ayah dan anak, yaitu JS dan GRA,” ungkap Kapolres.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Subang, Drs Ida Sudayat MSi mengatakan, kasus ini berawal saat dirinya kedatangan tamu tiga orang. Kepada dirinya, salah satu tamu mengaku sebagai Komisioner KPK. Pengakuan tersebut kontan mengagetkan dirinya. Apalagi di Kabupaten Subang belum lama ini dikejutkan dengan penangkapan Bupati Subang Imas Aryumningsih oleh KPK.
Kata Ida, para pelaku berjumlah 3 orang yang datang menggunakan dua sepeda motor. Sebelum menemui dirinya, ketiga pelaku sempat menemui Kabid Perumahan, Edi Kusnadi.
Sebelum memberikan uang, Ida mengaku terlebih dahulu menghubungi Polres Subang. Kemudian ia memancing para pelaku untuk datang ke sebuah rumah makan di Kelurahan Sukamelang. Saat uang senilai Rp5 juta diberikan Kabid Perumahan kepada para pelaku, sejumlah petugas dari Polres Subang yang sebelumnya sudah menguntitnya, langsung membekuk para pelaku.
“Saya kesal dengan aksi pemerasan ini. Awalnya minta paket proyek. Karena ngga ada, malah minta uang. Lalu sengaja saya pancing dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak Polres agar para pelaku ditangkap,” pungkasnya. (pe)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama