» » KPU JAWAB TUDINGAN MIRING - TINGKAT PARTISIPASI DIPREDIKSI RENDAH

Bewara GSP - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Subang menjawab kekhawatiran tingkat partisipasi pemilih yang diprediksi rendah. Juga, penyelenggara pemilu ini membantah tidak transaparan soal penggunaan anggaran Pilkada.

Tingkat partisipasi di Pilkada 2013 mengalami penurunan. Partisipasi hanya 67 persen. Sementara 2008 terbilang tinggi, tembus 74 persen. Pilkada 2018 menjadi pekerjaan berat KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih dari sebelumnya. Apalagi memasang target 80 persen partisipasi.
Ketua KPU Subang, Maman Suparman mengakui, untuk mencapai target 80 persen partisipasi pemilih di Pilkada Subang tidaklah mudah. Soal kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin menjadi salah satu faktor tingkat partisipasi menurun.  “Ya itu sebetulnya menjadi kekhawatiran kita. KPU sebagai penyelenggara juga berupaya melakukan sosialisasi sebagaimana berkaitan kondisi politik di Subang,” ujarnya

Dia mengatakan, KPU melihat pada pemilu terakhir yakni Pilpres 2014 di angka 74 persen. Jadi ia menyimpulkan, untuk ke angka 80 persen partisipasi pemilih sangat memungkinkan.
“Jadi dari 74 persen ke angka 80 persen tidak begitu jauh kita mendorongnya,” ungkap Maman  kemarin (28/3). 

Maman menyebut KPU tidak sendiri, bekerjasama dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah, partai politik, para calon bupati dan wakil bupati serta organisasi kemasyarakat untuk meningkatkan partisipasi pemilih. 
Maman mengatakan, ketika terjadi penurunan partisipasi pemilih menjadi tanggungjawab bersama pula. Memang KPU paling bertanggungjawab atas hal tersebut. Sementara itu, KPU menyebut lembaga yang transaparan mengenai anggaran. Maman menyebut, KPU menggunakan anggaran sebagaimana mestinya. Pertanggungjawaban dilakukan ke KPU provinsi dan KPU pusat dan pemerintah daerah sebagai pemberi hibah termasuk ke publik.
“Kita selalu menyampaikan kepada masyarakat KPU mendapatkan anggaran sebesar Rp35 miliar dari APBD Subang,” ujarnya.  Soal kinerja, Maman menyebut sudah melakukan kinerja dengan baik. Kalaupun ada yang mempertanyakan kinerja, kata dia, wajar-wajar saja.
“Kami udah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana dalam peraturan KPU,” katanya.

Beberapa waktu lalu kinerja dan transaparani anggaran KPU Subang dipertanyakan oleh sejumlah mahasiswa yang melakukan unjuk rasa. Maman menyimak aspirasi tersebut. Justru baginya, itu sebuah dukungan moril. “Adanya unjuk rasa itu bagi saya sebagai dukungan moril agar kami terus bekerja maksimal,” pungkasnya. (pe)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama