» » ANGKA PERNIKAHAN DINI DI SUBANG MASIH TERTINGGI DI JAWA BARAT

Bewara GSP - Pernikahan dini dikalangan generasi muda di Subang, masih cukup tinggi, karena dipengaruhi oleh faktor, budaya dan kemasikinan, termasuk pengaruh dari kenakalan remaja, dan pergaulan bebas. 

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang, dr H Ahmand Nasuhi mengungkapkan, persoalan pernikahan dini di Subang masih rata-rata usia 18 tahun untuk pasangan perempuan dan 20 tahun pasangan laki-laki, Artinya masih di bawah rata-rata angka Provinsi Jawa Barat dan Nasional, karena dipengaruhi faktor ekonomi dan budaya, khususnya di wilayah Pantura, termasuk pergaulan dan kenakalan remaja di kalangan generasi muda Subang saat ini. 

"Ya, memang Kita akui persoalan pernikahan dini di Subang ini masih cukup tinggi dengan rata-rata pernikahan anak perempuan berusia 18 tahun dan laki-laki 20 tahun," ujar dr Ahmad Minggu (29/4/2018). 

Menurut dia, pernikahan dini tersebut, sebenarnya menjadi penyumbang tertinggi terhadap kasus kematian anak dan ibu hamil, yang di tahun 2017 lalu mencapai 28 orang. "Pernikahan dini ini kan baik pasangan suami isteri ini baik secara fisik maupun mental, Mereka belum siap terlebih dalam alat reproduksi yang belum stabil," jelasnya.  

Oleh karena itu, kata Ahmad, perlu dilakukan langkah pencegahan agar pernikahan dini ini tidak lagi tren di masyarakat Subang pada umumnya. Untuk itu dibutuhkan sosialisasi yang intens oleh semua pihak, sehingga diharapkan bisa menekan angka pernikahan dini tersebut. (r2i)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama