» » BAYI KEMBAR SIAM ASAL SUBANG KONDISINYA MULAI MEMBAIK, OPERASI BARU BISA DILAKUKAN SETELAH USIA BAYI 4 BULAN

Bewara GSP - Nasib kembar siam Omphalopagus asal Subang kondisinya semakin membaik, bayi kembar siam tersebut baru bisa dioperasi setelah usia bayi menginjak 3-4 bulan dimana berat badan bayi akan ideal. Saat ini tim dokter RSUP Hasan Sadikin terus melakukan pemantauan dan mengembangkan bayi kembar siam tersebut. 

Ketua tim penanganan bayi kembar siam  RSHS, dr Sjarif Hidayat mengatakan, hasil pertemuan dengan bidang bedah, urologi, plastik, dan ortopedi, bersepakat untuk melakukan pencitraan yg lebih lengkap. Menurut bidang radiologi, kondisi bayi baru kelihatan bercampur menginjak usia 3-4 bulan. 
"Kita akan besarkan bayi kembar siam ini dengan stimulasi kembangkan bayi di lain waktu, kita akan melakukan tugas lain untuk memenuhi kebutuhan yang masih ada. Berat badan bayi sudah 4380 gram denvan keadaan-keadaan rutin neonatus sudah teratasi," ujar Sjarif dalam jumpa pers di RSHS , Jumat 27 April 2018 seperti dikutip dari pikiran rakyat
Saat ini, kata Sjarif, pihaknya sedang menstimulasi dan memberikan nutrisi agar tumbuh kembang bayi kembar itu optimal. Untuk meningkatkan berat badan bayi optimal, masing-masing menjadi 2,5 kg relatif lebih aman untuk bayi atau berobat jalan. 
Menurut Sjarif, bayi ini akan dibesarkan beberapa saat di RSHS untuk kemudian dirawat di rumah orang tua dengan nutrisi dan stimulasi. Tapi beberapa pemeriksaan yang belum akan dilakukan di rumah sakit yaitu tes pendengaran dan penglihatan. 
Sementara itu terkait dengan kepememilikan organ vital yang hanya satu saja, pihaknya sudah membahasnya dengan bedah anak. Mereka sudah siapkan kesanggupan bahwa tantangan bukan hal yang tidak mungkin dengan genital dan panggul yang hanya satu. 
"Bayi ini laki-laki memang belum diteliti kromosomnya, tapi bagian genital tidak ada organ dalam wanita. Ini laki-laki nanti akan menuntut kromosomnya," kata Sjarif. 
Diakui Sjarif, hal ini menjadi satu hal sensitif karena kelamin laki-laki hanya ada satu, yaitu satu penis dan tulang panggul pun satu. "Kebukalah mungkin ada satu yang jadi wanita. Perlu psikologis yang sangat kuat sekali. Mungkin itu sedang dipikirkan oleh tim," ujarnya. 
Dokter ahli fisioterapi dr Elkyana Sungkar menambahkan, bayi kembar itu memiliki tulang punggung yang tidak lurus kearah nasa akan pengaruhi gerak motorik kedepan. Para pihak dari rehabilitasi medik akan memberikan program di rumah seperti posisi tulang belakang yang lebih lurus, kemudian memberi stimulasi penglihatan, pendengaran dan jaga memonitor asupan nutrisi yang diperlukan. 
Sementara itu, Ajis orang tua si kembar mengatakan, pihaknya mempercayakan diri pada tim dokter RSHS asalkan demi mendapatkan anak ketiga dan keempatnya tersebut. 
"Saya percaya bahwa saya tidak akan meminta izin saya jika ada tindakan dari dokter terbaik untuk anak saya," ujar Ajis. ***

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama