» » DI SUBANG: 100 ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS IKUTI COUCHING CLINIK YANG DILAKSANAKAN ASA FOUNDATIONS INTERNASIONAL INDONSIA

Bewara GSP - Sebanyak 100 anak-anak dengan kebutuhan khusus dan anak-anak normal serta 30 guru SLB di Subang ikuti pelatihan olahraga khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus, selama 3 hari untuk diterapkan di sekolah SLB. 

Perwakilan PT Q-Net Internasional Indonesia Hena Deryadi mengatakan, pelatihan olahraga khusus bagi anaik-anak berkebutuhan khusus, bertujuan untuk membngkitkan semangat dan rasa percaya diri anak-anak berkebutuhan khusus, melalui olahraga yang diciptakan khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus tersebut.

Dan yang mengejutkan, dari sekian peserta ini kebanyakan kaum perempuan, dan pihaknya merasa bangga atas antusiasme anak-anak dengan berkebutuhan khusus ini, jadi semangat anak-anak dengan berkembutuhan khusus memiliki semangat Kartini, yang kebetulan kegiatan di bulan April ini, dihubungkan dengan momentum Peringatan Hari Kartini, dan rencananya akan dilanjutkan di Kabupaten Garut dan Cirebon. 

"Lihat saja anak-anak itu memiliki semangat Kartini, begitu bersemangat berinteraksi bersama teman-teman dan gurunya, ikut berolahraga, yang sudah diberikan sebelumnya oleh Asa Foundation, yang berkerjasama dengan Q-net Internasional Indonesia, dan Rythem Foundation Indonesia, yang nantinya harus di terapkan di Sekolah SLB di Subang, selama satu tahun dalam masa percobaan, dan kedeannya bisa dilanjutkan," ujar Hena  di Subang, Rabu (11/4/2018).

Sementara itu menurut Hena, pelatihan yang dilakukan Q-Net Internasional Indonesia, Asa Foundations Internasional, dan Rythem Foundations Indonesia, tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga dalam bidang, keahlian mengoperasikan komputer, Adminstrasi, Bahasa Asing, yang diberikan kepada anak-anak dengan berkebutuhan khusus, karena anak-anak tersebut memiliki potensi yang harus digali, dan yang lebih terpenting anak-anak berkebutuhan khusus tersebut, memiliki hak yang sama dengan anak-anak yang normal lainnya. 

Terkait dengan perhatian dari Pemerintah terhadap anak-anak dengan berkebutuhan khusus ini, kata Hena, masih kurang, namun untuk di Subang sendiri Pemkab Subang, cukup memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak berkebutuhan khusus tersebut, baik dari dlkesempatan untuk mendapatkan hak, dan alokasi anggaran.

Dibagian lain Pendiri Asa Foundations Internasional, Mister Lee Hawkins mengatakan, selama 17 tahun Asa Foundations Internasional khusus membuat program Inclusive disability, untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang berusia 13 tahun, Asa Foundations Internasional, Bekerjasama dengan Q-Net Internasional Indonesia dan Rythem Foundations. Indonesia, menjalankan amanat Unicef, untuk mengembangkan potensi anak-anak dengan berkebutuhan khusus, dengan interaksi melalui olahraga, yang diciptakan khusus, yang harus diterapkan di Sekolah SLB, yang diujicobakan selama 1 tahun, jika ada perkembangan yang bagus, maka anak-anak yang berekebutuhan khusus ini kedepannya diharapkan, memiliki kontribusi kepada Daerahnya. 

Sementara itu, Asisten Derah (Asda) I Setda Kabupaten Subang, Bambang mengatakan, perhatian Pemkab Subang, selama ini terhadap anak-anak berkebutuhan khusus ini, ada dukungan sumber daya manusia dan sumber dana, untuk diberikan kesempatan untuk berkembang melalui pemberdayaan orang dengan berkebutuhan khusus, salah satunya diberdayakan untuk menjadi pekerja di sebuah pabrik garmen, yang dinialai lebih produktif dibandingkan dengan yang normal, dan pihaknya sangat mendukung upaya yang dilakukan Asa Foundations Internasional, Q-Net Internasional dan Rythem Foundations Indonesia. (r2i)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama