» » MASYARAKAT SUBANG DIMINTA HINDARI JADI TKI ILEGAL

Bewara GSP - Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Subang menghimbau kepada masyarakat, khususnya yang menjadi calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI), untuk mengikuti prosedur dan mekanisme, serta aturan perundang-undangan yang berlaku. Karena Menurut Kepala Seksi Penempatan dan Perlindungan TKI Bina Penta Dinas Tenaga Kerja dan Transmugrasi Kabupaten Subang, H. Indra Suparman SH, Negara atau Pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi warga negaranya, terlebih bagi warga negara yang berangkat bekerja ke Luar Negeri, dilindungi Undang-undang dan Negara, karena TKI tersebut sebagai Pahlawan devisa Negara. 

Bentuk perhatian Pemerintah tersebut terhadap para calon TKI itu kata Indra, didirikannya Layanan Pemberangkatan dan Perlindungan TKI Terpadu Satu Pintu (LP2TKITSP), Disnakertrans.  Dengan mengikuti semua prosedur dan mekanisme yang ada, ketika para TKI mendapatkan masalah apapun di Luar Negeri, akan mempermudah Pemerintah untuk membantu menyelesaikan semua permasalahan, yang dihadapi TKI tersebut, terangnya.  

Selain itu Indra juga meminta kepada para calon TKI, agar tidak tergiur atas iming-iming sponsor dan Perusahaan Jasa TKI (PJTKI) yang menawarkan untuk bekerja menjadi TKI ke sejumlah Negara Timur Tengah, karena sampai saat ini, Pemerintah masih belum mencabut moratorium penempatan TKI di Timur Tengah, apabila dilanggar maka, TKI yang bersangkutan secara otomatis menjadi korban penjualan orang antar negara, dan bagi sponsor maupun PJTKI akan dijerat dengan Undang-undang tentang penjualan manusia, termasuk bagi ASN yang membantu memberangkatkan TKI ke Timur Tengah akan dikenai sanksi hukum yang cukup berat. 

"Jangan mau menjadi korban penjualan manusia antar negara, karena jika ketahuan akan merugikan TKI yang bersangkutan, jangan melihat besarnya uang, dari pihak sponsor dan PJTKI, termasuk gaji yang besar, tetapi kedepankan keselamatan diri Anda sekalian, karena jika menemua masalah di Luar Negeri, maka pihak pemerintahan di sana akan menghukum TKI Ilegal, tidak hanya melanggar hukum di luar negeri sana, di dalam negeri juga sudah melanggar aturan hukum yang berlaku," tandas Indra.

Dia menambahkan, Pemerintah masih menyiapkan banyak negara tujuan TKI bekerja yang mau membayar gaji tinggi, diantaranya Hongkong, Korea dan Jepang. "Agar TKI tidak tergiur pergi ke Timur Tengah, maka Pemerintah sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah negara di Asia, yang mau membayar TKI dengan gaji yang cukup mengiurkan, dan tidak kalah dengan Timur Tengah," pungkas Indra.  (r2i)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama