» » PEMDA DAN SWASTA WAJIB PEKERJAKAN PENYADANG DISABILITAS

Bewara GSP - Ketua DPRD Subang, Beni Rudiono didampingi Kepala SLBN Subang, Yadi Haryadi berkunjung ke SLB PGRI Karya Winaya Pamanukan, kemarin (10/4). Pada kesempatan tersebut, Beni bertatap muka dengan kepala sekolah, staf pengajar, siswa/siswi serta para orang tua di SLB PGRI Karya Winaya.

Menurut Beni, kegiatan kali ini bertujuan mensosialisasikan adanya rancangan perda tentang disabilitas di Kabupaten Subang sesuai amanat UU No 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. “Dalam rangka mensosialisasikan UU No 8 Tahun 2016 tentang disabilitas yang sudah kita siapkan menjadi perda, dan itu udah masuk dalam bapemperda di DPRD,” kata Beni, kemarin (10/4).
Dalam sosialisasi tersebut, politisi PDIP itu memberikan point penting dari rancangan perda tentang disabilitas, diantaranya mengenai kewajiban pemerintah daerah serta sektor swasta untuk menampun tenaga kerja dari kalangan disabilitas.
Beni menjelaskan, kedepan pemerintah daerah wajib menyerap tenaga kerja dari kalangan disabilitas sebanyak 2% dan untuk sektor swasta sebanyak 1%. Sebab, menurut Beni, para penyandang disabilitas juga berhak diberi kesempatan dan mampu melaksanakan pekerjaan sesuai bidang pekerjaan yang digelutinya.
Bahkan saat ini, lanjut Beni, di Kabupaten Subang telah dibentuk Forum Peduli Disabilitas yang melibatkan unsur Muspida. Ia menyebut, kedepan Forum Peduli Disabilitas ini akan mulai diturunkan pada tingkat daerah yang melibatkan Muspika.
Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SLB PGRI Karya Winaya, Asep Hidayat menyambut gembira kedatangan Ketua DPRD Subang, Beni Rudiono. Sebab, baru ditahun ini ada unsur pejabat daerah yang berkunjung ke SLB, hingga bertemu dengan siswa serta para orang tuanya. 
Selain itu, Asep menyampaikan jika hingga saat ini belum ada bantuan sepeserpun dari pemerintah daerah bagi sekolahnya. Bahkan saat wilayah Pamanukan dilanda banjir pada tahun 2014 lalu, alat-alat penunjang pembelajaran yang bersifat elektronik maupun non elektronik serta buku-buku pembelajaran di SLB ini mengalami banyak kerusakan.
Ia juga sempat menyampaikan aspirasinya mengenai fasilitas-fasilitas yang dimiliki sekolahnya yang masih kurang dan belum memadai. “Fasilitas disini masih kurang, terutama untuk keterampilan untuk alat olahraga juga kurang. Tapi keunggulan sekolah ini menjahit, kita sudah punya siswa lulusan sini yang mendidik adik-adiknya,” ungkap Asep.
Usai acara sosialisasi di ruangan, Beni Rudiono kemudian menyempatkan untuk bercengkrama bersama seluruh siswa dan siswi di SLB PGRI Karya Winaya. Bahkan Beni sempat memberikan nomor ponselnya pada siswa/siswi yang memegang hanphone lalu mengajaknya untuk berfoto bersama.

Tidak sampai disitu, Beni kemudian berkeliling ruangan serta meninjau beragam fasilitas yang dimiliki sembari mendengarkan keluh kesah serta aspirasi dari para guru, orang tua serta murid itu sendiri. Ia juga sempat diberi sebuah tas yang merupakan hasil dari keterampilan siswa. (pe)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama