» » TUTUP MATA DI USIA 76 TAHUN, BEGINI SEGUDANG PRESTASI DAN PERJALANAN KARIER AKTOR SENIOR DEDDY SUTOMO

Aktor senior Deddy Sutomo meninggal dunia pada Rabu (18/4) pada usia 76 tahun.
Dilansir dari Kompas.com, kabar meninggal aktor yang membintangi film Mencari Hilal itu diungkapkan oleh artis peran Teuku Rifnu Wikana dalam sebuah keterangan foto pada akun Instagram-nya, @rifnuwikana.
"Selamat jalan Om Deddy Sutomo. Innalillahi wainnailaihi rojiun.. Semoga kau ditempatkan ditempat semulia2nya di sisi Allah," tulis Rifnu yang dikutip Kompas.com, Rabu pagi.
Dalam foto tersebut, Rifnu berpose bersama dengan Doddy yang terlihat santai mengenakan kaus hitam dan berkacamata.
Ada pemain lain seperti Lukman Sardi dan Ario Bayu.
Karier Deddy di dunia seni peran dimulai pada 1970 saat bermain film Awan Jingga.
Lebih dari 50 film pernah dibintangi oleh pria yang lahir pada 26 Juni 1941 di Jakarta (dulu Batavia).
Film terakhir Deddy adalah I Am Hope pada 2016, yang mengisahkan tentang perjuangan para penyintas kanker.
Selain Teuku Rifnu, dikutip dari Tribunnews.com, artis peran senior Tio Pakusadewo juga mengunggah foto KTP alm Deddy di akun Instagramnya, @pksdw.
Tertulis di KTP itu, nama Deddy Sutomo, lahir di Jakarta 26 Juni 1941.
Tio juga mengungkapkan kesedihannya di caption yang ia tulis.

"Selamat Jalan Bapakku, Guruku, Sahabatku..
kesayanganku...

Sedih.. sedih.. sedih," tulisnya.
Sementara itu, mengutip dari Wikipedia, Deddy Sutomo adalah seorang pemeran film dan politikus Indonesia.
Deddy pada usia muda terkenal sebagai Pandji Tengkorak yang tayang era 1970an.
Setelah terakhir bermain film Tutur Tinular III tahun 1998, Deddy kembali tampil di layar lebar dalam film Maskot (film)tahun 2006, dua tahun berikutnya Deddy tampil dalam film Doa Yang Mengancam sebagai Pak Tantra.
Di era 2010-an Deddy telah membintangi lima film dimulai tahun 2010 Menebus Impian, 2011 Tanda Tanya (film).
Tahun 2015 Deddy tampil dalam tiga film yaitu 2014 (film), Ayat Ayat Adinda, dan Mencari Hilal.
Pada tahun ini juga Deddy meraih penghargaan terbesar sepanjang kariernya yaitu Aktor Utama Terbaik di Festival Film Indonesia 2015 dalam perannya sebagai Mahmud di film Mencari Hilal.
Perjalanan hidup Deddy memang cukup aneh.
Walaupun sejak muda ia tertarik pada dunia seni budaya, Deddy tidak sejak awal berkecimpung di bidang sinematografi.
Pada awalnya ia adalah seorang guru di SMEA Negeri Klaten, mengajar Prakarya.
Tidak puas sebagai guru, baru kemudian ia mencoba hijrah ke Jakarta untuk mengubah nasib.
Semula ia menjadi tenaga kreatif di PT Sanggar Prativi. 
Ia pun akhirnya meningkatkan kemampuan aktingnya dengan mengikuti kursus elementer Sinematografi yang diselenggarakan oleh Yayasan Film Indonesia.(*)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama