» » UNIT PPA SATRESKRIM POLRES SUBANG DAN DISNAKERTRANS UNGKAP KASUS TRAFFICKING BERKEDOK TKI

Bewara GSP - Satreskrim Polres Subang, yang dipimpin Brigadir Polisi Nenden, bersama dengan Kasi Penempatan dan Perlindungan TKI Bina Penta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, H. Indra Suparman SH, (meminta keterangan awal dari Saksi Korban, di salah satu ruangan yang bertempat di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, Minggu (15/4/2018), TKI ilegal yang dimintai keterangan tersebut, atas nama Darti Darwati (19) Warga Kampung Jungklang RT15/07 Desa Rancaasih Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang Jawa Barat, guna mengungkap kasus TKI ilegal berkedok TK, dengan modus Iming-iming Pernikahan Antar Negara, dengan Mister X Warga Negara Aseing (WNA) asal Beijing China.

Dati Darwati saat dimintai keterangan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Subang, dan Seksi Penempatan dan Perlindungan TKI Bina Penta Disnakertrans Kabupaten Subang, menjelaskan, dirinya ditawari oleh salah seorang Calo atau sponsor bernama Mamat warga Purwadadi Subang, dan Adi dan Desi warga Compreng Subang, yang menjanjikan korban Darti Rp20 juta, dalam bentuk uang cash Rp10 juta dan berbentuk perhiasan emas senilai Rp10 juta, jika mau dinikahi Mister X.

"Pokoknya kalau Saya mau dinikahi Mister X, dan apa yang Saya mau, pasti dikasihnya, karena Mister X kaya, namun pada saat Saya mau janji Rp20 juta itu, hanya dikasih uang cash Rp10, dan perhiasan emas senilai Rp10 juta itupun sampai Saya dinikasi Mister X tidak juga diberikan," ungkap Darti kepada Radio Republik Indonesia di Subang, Minggu (15/4/2018).

Darti memaparkan, pada bulan Juli 2017 lalu, kemudaian Ia diketemukan dengan Mister X di sebuah Apartemen di daerah Grogol Jakarta, diantar oleh ketiga orang Sponsor tersebut, juga dari pihak keluarga dari dan salah seorang warga Kalimantan, 2 minggu berikutnya tunangan dengan Mister X tersebut.
"Saat itu Saya dipertemukan dengan Calon Suami WNA China itu, dan Saya menyetujuinya untuk menikah dengan Mister X itu, dan menentukan waktu tunangan dan tunangannya dilaksnakan di Cikampek Kabupten Karawang," jelasnya.

Sementara itu Kasi Penempatan dan Perlindungan TKI Bna Penta Disnakertrans Kabupaten Subang, H. Indra Suparman SH mengatakan, kasus Darti ini, murni kasus tindak pidana penjualan orang (TPPO), atau trafficking berkedokan TKI, karena jelas Darti merupakan korban trafficking, yang dilakukan beberapa orang pelaku seperti Mamat, Adi dan Desi, kepada Mister X di Beijing China.

"Kasus ini jelas, kasus TPPO atau Trafficking berkedokan TKI, dan Kita bersama sengan Unit PPA Satreskrim Polres Subang, terus melakukan pengusustan para Pelaku," kata H, Indra. 

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama