» » DEMIZ : PEMBANGUNAN PELABUHAN PATIMBAN AKAN BERJALAN SESUAI RENCANA “ADANYA PENOLAKAN GANTI RUGI LAHAN SUDAH BIASA”

Bewara GSP - Kendatipun para petani pemilik lahan mulai protes terkait harga ganti rugi tanah yang akan digunakan untuk pelabuhan Internasional Patimban yang dianggap terlalu murah, namun Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar, tetap optimis pembangunan Proyek strategis nasional Pelabuhan Internasional Patimban akan tetap berjalan sesuai rencana.

"Protes masalah penolakan ganti rugi lahan itu sudah biasa terjadi dalam pembangunan, kemarin juga waktu pembangunan bandara Kertajati juga sama banyak penolakan, namun akhirnya beres juga dan masyarkatpun akhirnya menerima ganti rugi dari pemerintah," ujar Demiz disela-sela menghadiri acara Baksos Partai Perindo di Lapangan Kasomalang, Jumat (25/5/2018) kemarin.
Demiz mengungkapkan, rencananya habis lebaran nanti akan mulai dibangun dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo, kita berharap semuanya lancar.  Menurutnya, Jawa Barat perlu memiliki pelabuhan terbesar untuk pergerakan barang. Hal itu dikarenakan proses ekspor impor barang di Jabar hanya melalui pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.
"Dengan adanya pelabuhan nantinya daya saing masyarakat terhadap kebutuhan pokok semakin meningkat, lantaran memiliki harga barang relatif murah dari sebelumnya," ucapnya.
Selain itu, Demiz menilai, dengan adanya pelabuhan Patimban serta Bandara Internasional Jawa Barat BIJB, ke depannya dapat meningkatkan pertumbuhan nilai ekonomi.
 Kita semua berharap semua pihak khususnya warga Subang untuk ikut mendukung dan tak menghambat proyek strategis nasional pembangunan pelabuhan Internasional Patimban. Semoga hadirnya BIJB Kertajati Majalengka dan Pelabuhan Patimban akan membawa Jawa Barat menjadi Provinsi termaju di Indonesia bahkan Asia," pungkasnya.
Sementara itu berkaitan dengan rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban, Para pemilik lahan yang lahannya akan dijadikan lokasi back-up area Pembangunan Pelabuhan terus melakukan penolakan ganti rugi lahan yang murah.
Para petani pemilik lahan tergabung dalam Paguyuban Tani Berkah Jaya (PTBJ) tak henti-hentinya terus melakukan penolakan dengan menggelar aksi unjuk rasa menolak ganti rugi lahan yang murah.
Ratusan petani tersebut dalam sebulan ini telah menggelar aksi demo menolak harga ganti rugi tanah yang murah, dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kecamatan Pusakanagara, gedung DPRD Subang, Kantor BPN Subang. Bahkan kemarin (28/5/2018) ratusan petani berunjuk rasa di depan gedung DPR-RI, Kementerian Perhubungan RI, Gedung Ombudsman dan Istana Negara Jakarta.

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama