» » MASYARAKAT PATIMBAN SUBANG KEUKEH HARGA GANTI RUGI LAHAN SESUAI ATURAN

Bewara GSP - Penolakan harga ganti rugi lahan terdampak pembangunan Pelabuhan Laut Internasional Patimban yang murah, akan terus berlanjut, jika Pemerintah tidak secepatnya merespons persoalan adanya dugaan korupsi dalam pembebasan lahan yang digunakan untuk Pelabuhan Laut Internsional itu. 

Menurut tokoh masyarakat Pantura, H Suherman adanya dugaan bahwa anggaran untuk pembebasan lahan itu di korupsi, sangatlah jelas dan kentara, ketika Undang-undang menyebutkan bahwa pembebasan lahan itu 15 persen dari jumlah anggaran untuk pembangunan pelabuhan laut internasional sebesar Rp 43 trilyun,yaitu Rp6,5 trilyun diperuntukan untuk pembebasan lahan, atau ganti rugi untuk masyarakat, tetapi yang muncul kepermukaan hanya sebar Rp500 milyar. "Ini sudah keterlaluan, jadi dikemanakan uang Rp6 trilyun lagi, untuk masyrakat hanya Rp500 milyar," ujar H. Suherman kepada Radio Republik Indonesia di Subang, Rabu (23/5/2018). 

Ia mengatakan, berdasarkan kajian dari Mahasiswa ITB, yang terlibat dalam kajian pembangunan Pelabuhan Laut Internasional ini, bahwa harga ganti rugi lahan di Patimban itu, bisa dikatagorikan layak yaitu Rp1 juta permeter persegi, sementar itu harga yang kemarin disampaikan Pemerintah itu, hanya Rp230 ribu sampai dengan Rp250 ribu permeter persegi, kepada sebagaian masyarakat yang terdampak pembangunan Pelabuhan Laut Internasional itu. 

"Pokoknya harga ganti rugi lahan ini, selama belum ada kesepakatan Kami dengan Bapak Presiden Jokowi langsung, Kami tidak akan melepaskannya," terangnya. 

Maka dari itu Suherman berharap, dugaan adanya indikasi korupsi di ganti rugi lahan terdampak Pelabuhan Laut Internasional Patimban ini, harus diusut secara tuntas, karena menyangkut uang sebesar Rp6 trilyun, bukan milyar lagi, dan uang sebesar itu, jelas akan menjadi utang negara yang ditanggung oleh setiap warga negara, karena uang sebasar Rp43 trilyun untuk membangun Pelabuhan Laut Internasional itu, dapat pinjam dari Luar Negeri, alih-alih sebagaiannya dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. (r2i)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama