» » TAK MAU LAHANNYA DI BAYAR MURAH, RATUSAN PEMILIK LAHAN DI PATIMBAN ONTROG GEDUNG DEWAN DAN BPN

Bewara GSP -  Ratusan Petani menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Kecamatan Pusakanagara, Gedung DPRD dan Gedung BPN Kab.Subang,Selasa Pagi(21/5/2018).  Mayoritas petani tersebut merupakan pemilik lahan yang lahan akan digunakan untuk Pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban. Aksi unjukrasa tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas ganti rugi lahan yang dibayar  sangat murah dan ditetapkan sepihak oleh pemerintah. Koordinator aksi unjukrasa Arim Suhaerim yang juga ketua Paguyuban Tani Berkah Jaya(PTBJ) dalam orasinya menyampaikan, kami ratusan pemilik lahan menuntut ganti rugi lahan dengan nilai harga yang layak dan tidak murah.

Arim Suhaerim menegaskan, terkait pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban yang termasuk kedalam proyek starategis nasional tersebut, para pemilik lahan yang tergabung dalam Paguyuban Tani Berkah Jaya (PTBJ) sangat mendukung pembangunan proyek startegis nasional tersebut. Namun Arim Suhaerim selaku ketua Paguyuban Tani Berkah Jaya (PTBJ) meminta kepada pemerintah dalam hal ini BPN hendaknya memberikan nilai harga yang adil dan layak serta menempuh cara pembebasan yang transparan dan bermartabat sesui SOP (standard operating procedure)
Arim Suhaerim menilai, harga tanah terlalu dipaksakan oleh pemerintah tanpa memberi peluang untuk musyawarah harga dan musyawarah bentuk kerugian, padahal, hal tersebut sudah diatur oleh perundangan-undangan. Selain itu, Arim juga menilai besaran ganti rugi pembebasan lahan yang jauh dari kelayakan dan keadilan sehingga tidak bisa mensejahterakan para pemilik lahan yang akan kehilangan mata pencaharian. Intinya, Kami dari para pemilik lahan  yang tergabung dalam Paguyuban Tani Berkah Jaya (PTBJ) menilai ganti rugi lahan  yang diberikan  oleh pemerintah dianggap sangat murah dan merugikan para pemilik tanah dan kami meminta untuk ditinjau ulang serta diadakan musyawarah antara pemerintah dengan para pemilik lahan dalam menentukan harga ganti rugi lahan warga yang  akan digunakan untuk pembangunan pelabuhan Patimban " tandasnya
Selain itu, ratusan pengunjuk rasa juga meminta kepada Bupati, Ketua DPRD dan BPN untuk mempasilitasi warga pemilik lahan bertemu Presiden Jokowi guna mengadukan nasibnya" pungkas Arim Suhaerim. . Sementara itu, Lilis  kepala BPN Subang menegaskan, Bahwa BPN hanya sebagai pihak pengadaan lahan bukan penentu harga lahan. Lilis juga berjanji akan menyampaikan leluhan dan protes warga pemilik lahan kepada pemerintah untuk ditinjau ulang dan dimusyawarahkan bersama antara pemilik lahan dengan pemerintah"ucapnya. Aksi unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan ketat aparat keamanan dari Polri, TNI, dan Satpol PP. Aksi unjuk rasa berjalan aman dan tertib.(anrj)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama