» » POLRES SUBANG BEBERKAN KEMATIAN PNS DI TAHANAN

Bewara GSP - Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni didampingi Kasatreskrim, AKP M Ilyas Rustiandi memaparkan kasus terbunuhnya seorang tahanan yang berstatus PNS yang meninggal akibat dikeroyok tahanan lainnya.  Kasus tersebut terjadi pada bulan Juni 2018 lalu.  Pengeroyokan tersebut kata Joni, dilakukan oleh 13 orang tahanan. Akibatnya korban yang merupakan tersangka penipuan dan penggelapan harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan, namun, akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

“Kejadiannya sudah sebulan lalu, tepatnya di bulan Juni dan belakangan heboh di media sosial, baik Facebook maupun instagram. Sebenernya kita tidak tinggal diam dan terus melakukan penyelidikan hingga menetapkan ke 13 tahanan menjadi tersangka kekerasan bersama-sama sebagaimana yang diatur dalam KUHAP pasal 170 dengan ancaman di atas 5 tahun,“ jelas AKBP Joni  di Subang, Senin (16/7/2018).
Joni menerangkan, ketika korban dianiaya oleh ke 13 tahanan lain,  saat itu Petugas jaga sedang istirahat. Hal ini berawal dari tindak pemerasan salah seorang tahanan lainnya berinisial A. 
Tersangka A yang dianggap orang dituakan di tahanan meminta sejumlah uang kepada korban yang bernama Ade Diding, yang berstatus PNS itu, Namun karena  korban tidak memenuhi permintaan tersangka A, maka Ade mendapat tindak kekerasan belasan tahanan lainnya.
Atas kasus pengeroyokan itu polisi langsung bertindak cepat dengan melakukan pemeriksaan terhadap dua orang Petuga jaga tahanan, karena dianggap lalai dalam menjalankan tugas, dan kedua orang Petugas jaga tahanan itu untuk saat ini masih diproses di Propam. Pihaknyapun memberikan santunan pendidikan bagi anak korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Istri korban, Acu Kartini, mengapreisasi aksi cepat dari pihak Kepolisian dan berharap menindak tegas terhadap 13 orang pelaku yang mengakibatkan suaminya meninggal.
Sehubungan dengan posting pertama di social media belum diketahui jelas. Hanya di dalamnya berisi curhatan istri korban yang dialami suaminya sebagai tahanan dalam kasus penipuan hingga meninggal dunia. Di dalam  postingan itupun disebutkan, kalau suaminya menjadi korban pengeroyokan belasan orang karena tidak memenuhi permintaan uang Rp 6 juta. (r2i)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama