» » KERJA JADI TKW, SISA GAJI 1,5 TAHUN BELUM DIBAYAR

Bewara GSP - Penyebab banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal satu-persatu terungkap. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menemukan pemalsuan data Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Compreng yang menjadi pekerja migran.

Pemalsuan data itu terungkap Disnaker setelah menemukan data TKW Dede Roniah binti Saepudin yang pulang bekerja di Arab Saudi. Warga Dusun Krajan II RT06/RW 02 Desa Kalensari, Kecamatan Compreng itu bekerja sejak tahun 2008 lalu.
Selama bekerja di sana selama 10 tahun, Dede Roniah tidak menerima sisa gaji selama 1,5 tahun. Keluarga sempat khawatir bahkan sempat menulis surat aduan kepada Presiden Joko Widodo. Dede akhirnya bisa pulang pada bulan Juli lalu, tapi sisa gajinya tetap belum dibayarkan.
Kasi Bina Penta Disnakertrans Subang Indra Suparman mengatakan, pihaknya menindaklanjuti pengaduan keluarga PMI ke Presiden Jokowi. Sebab aduan warga tersebut mendapatkan atensi dari Sekertaris Negara dan meminta Disnakertrans melakukan pengecekan ke rumah PMI tersebut.
Disnakertrans pun langsung mendatangi rumah Dede Roniah binti Saepudin. Ternyata setelah dilakukan pengecekan PMI tersebut belum mendapatkan gaji selama 1,5 tahun berkerja. Dede Roniah yang lahir pada tanggal 12-06-1992 di kartu keluarganya berubah menjadi tanggal 07-07-1986 di dokumentasi pemberangkatannya. Hal itu diduga dilakukan oleh pihak sponsor yang memberangkatan Dede.
Ini merupakan pemalsuan data apalagi tahun 2008 kan belum ada KTP-el sehingga mudah untuk melakukan pemalsuan data,” tandasnya.
Dijelaskan Indra, Dede Roniah ketika berangkat juga tidak izin kepada pihak keluarga. Sedangkan sponsor yang memberangkatkannya bernama Miryati dari PT Restu Bunda Sejati yang berlokasi di Kramat Jati. Dede berangkat pada Agustus tahun 2008 ke Arab Saudi.Untuk mencegah pemalsuan dokumen dan sponsor nakal, Disnakertrans akan segera melaunching id card untuk sponsor. Nantina akan memiliki barcode sehingga sponsor tidak bisa sembarangan dan untuk mencegah pemalsuan data. “Banyak sponsor yang melakukan pemalsuan data untuk memberangkatkan calon PMI di bawah umur,” tandasnya.
Indra mengatakan, pihaknya akan mengirim surat ke KJRI di Arab Saudi sehingga majikan PMI tersebut bisa membayarkan hak PMI Dede Rosinah yang belum dibayarkan. Indra pun mengimbau bagi para calon PMI yang hendak berangkat ke luar negeri untuk berkerja harus dengan izin keluarga sehingga bisa dipertangungjawabkan. (pe)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama