» » PULUHAN WARGA HENTIKAN PAKSA PROYEK PEMBANGUNAN TIANG PANCANG AKSES ROAD PELABUHAN PATIMBAN

Bewara GSP - Dampak terjadinya kerusakan rumah warga akibat proyek pemasangan tiang pancang pembangunan akses road Pelabuhan Internasional Patimban, sebanyak 94 pemilik rumah akhirnya sepakat menghentikan paksa Mega proyek tersebut sebelum ada penggantian kerugian yang diderita warga baik yang rumahnya rusak maupun konfensasi untuk warga disekitar lokasi proyek yang merasa terganggu akibat proyek tersebut.   Hasil musyawarah yang dilakukan warga bersama pihak pengembang PT.Shimizu, PUPR di Aula Desa Pusakaratu Kec.Pusakanagara Subang, Sabtu siang (1/12/2018) tidak menemukan kesepakan hingga akhirnya sepakat warga dan pengembang untuk menghentikan sementara pemasangan tiang pancang tersebut.  

Pihak perwakilan PUPR Febian Alexander mengaku, belum bisa memastikan pemberian ganti rugi atas kerusakan rumah warga yang diduga rusak akibat pemasangan tiang pancang proyek pembangunan akses road pelabuhan Patimban. Guna mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,kata Febian,  pihak PUPR dan pengembang bersama warga terdampak akhirnya bersepakat menghentikan sementara proyek pemasangan tiang pancang tersebut

 Menurutnya, selama penghentian proyek, pihak PUPR,PT.Shimizu akan melakukan kordinasi dulu dengan pihak Kemenhub dan Kementerian PURP guna membahas ganti rugi kerusakan 94 rumah warga Sementara itu Ustadz Misbah, salah seorang pemilik rumah yang rusak mengaku belum ada kesepakatan dengan pihak PUPR dan pengembang terkait nilai ganti rugi rumah warga yang rusak akibat proyek pemasangan tiang pancang

Dikatakan Misbah, jumlah keseluruhan rumah warga yang rusak dan retak-retak ada 94 rumah.Namun yang baru di berikan ganti rugi baru 15 rumah dengan kompensasi Rp.2,5juta perbulan selama 4 bulan. Sementara sisanya belum bisa ditentukan nilai ganti ruginya

Misbah berharap, pihak PUPR dan pengembang segera memberikan ganti rugi terhadap warga yang rumahnya rusak dan juga memberikan konfensasi kepada warga yang terganggu akibat proyek tersebut

"Selain minta ganti rugi rumah, kami juga minta ganti rugi konfensasi terganggunya masyarakat akibat suara bising, kerugian ekonomi seperti warga yang jualan terganggu akibat jalan desa tertutup dan digunakan oleh lalu-lalang kendaraan proyek, serta banyak ternak warga seperti ternak ikan,itik yang stres akibat terganggu suara bising pemasangan tiang pancang tersebut"pungkasnya. (AnRj)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama