» » DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN SUBANG DI DUGA MANDUL DALAM PENGAWASAN LIMBAH PT.ECO PEPER SUBANG.

Bewara GSP - Sungguh ironis sejak tanggal 18 februari 2016 PT.Eco Paper di sidak oleh badan pengelolaan lingkungan hidup daerah jawabarat oleh Asep bayu yang juga menjabat kasubid penataan hukum BPLHD jawabarat, M. Erwinsyah teknis administrasi BPLHD jawabarat, bahkan dalam sidak yang di lakukan oleh BPLHD jawabarat di dampingi langsung oleh perwakilan BLH kabupaten subang Rika yang saat ini masih bertugas di BLH kab.subang dan nano supena yang saat ini sudah pansiun. 

Dalam sidak yang dilakukan oleh BPLHD jabar dan BLH subang di temukan pengelolaan pencemaran zat cair IPAL tidak mempunyai flow meter, sel drainase bercampur,flyash air dari beltpres dibuang langsung ke media lingkungan, tidak ada pencatatan debit di otlite IPAL dan masih banyak lagi yang di temukan dalam sidak yang dilakukan BPLHD jawabarat. Pada 09 juni 2016 pemerintah kabupaten subang melalui Badan lingkungan hidup (BLH) memberikan Undanganpenyerahan sanksi administratif kepada PT.eco paper indonesia yang akan di lakukan pada 13 juni 2016 di bidang wasdal BLH kabupaten subang. 

Bahkan sampai sidak yang dilakukan ke 2 tak ada sikap Tegas dari pemerintah kabupaten subang dan propinsi jawabarat. Ironisnya badan lingkungan hidup (BLH) kabupaten subang 10 agustus 2017 menugaskan 4 utusan yang di tanda tangani langsung Drs. H AAYAT SUDRAJAT kepala dinas lingkungan hidup (BLH)kabupaten subang. ASEP YACHRODI, RAHMAT SANTIKA, IWAN TRIAWAN TAUFIK,EDI CARHEDI ke empat nama tersebut yang di tugaskan untuk memantau berkaitan sanksi administrasi terhadap PT.ECOPEPER. Sejak tahun 2016, 2017, 2018 hingga 2019 tak ada perbaikan yang signifikan yang dilakukan pihak perusahaan PT.ECOPEPER. 

Bahkan hingga 25 januari komisi 3 DPRD kabupaten subang UJANG SWARNA beserta satu orang staf DPRD dan 2 rekanan jurnalis surat kabar ‘’KPK DAN HITAM PUTIH’ melakukan sidak ‘infeksi mendadak ke PT.ECO PEPER ternyata perusahaan yang mengelola limbah jenis kertas itu terlihat kumuh dan tidak memiliki plang prusahaan selayaknya perusaahan yang ada di kabupaten subang pada umumnya. Yang lebih ironis UJANG SWARNA mengungkapkan kekecewaannya setelah sidak ke PT.ecopeper beberapa hari kemudian pihak perusahaan yang di wakili krisna manager hrd sempat melakukan pertemuan dan pihak perusahaan memberikan uwang sejumlah Rp 1.000.00 satu juta rupiah melalui taslim staf ujang swarna ungkapnya. 

Brikut isi Dalam sms yang di kirim taslim staf komisi 3 DPRD kab.subang kepada krisna manager hrd pt.ecopeper. pak krisna maaf ini sama taslim staf pak ujang swarna terkait titipan yang dari direktur bapak sudah saya sampaikan tapi tidak di terima mhon maaf, isinya satu juta ya saya balikin lagi. ungkapnya 1 februari 2019 Drs. H AAYAT SUDRAJAT kepala dinas lingkungan hidup (BLH)kabupaten subang saat di wawancara di halaman rumah dinas bupati, semua yang berhak menutup itu sesuwai rekomendasi BPLHD Karna hasil kajian otoritasnya itukan kita mengajukan ke propinsi jawabarat, masuk ke subang, subang melakukan infestigasi apa yang menjadi masalah selama teguran satu teguran dua teguran tiga tidak bisa di tindak lanjuti kita akan masuk ke sistem kewenangan, kalau ada anggaranya ada dan di suruh menutup saya siap menutup saya tidak akan keluar dari komitmen aturan. 

Jika misalkan PT.ecopeper ada melakukan hal hal yang salah. Saya tidak akan main main dengan perusahaan yang melanggar ungkapnya. ANTON/FUJI/ADANG GSP

About Unknown

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama