» » DIDUGA ADA OKNUM, 500 PERUSAHAAN TUNGGAK BPJS

Bewara GSP- Ratusan miliar potongan BPJS Ketenagakerjaan tidak dibayar, diduga ada oknum perusahaan. Dari 900 perusahaan berbagai sektor kecil, menengah dan besar, ada sekitar 500 perusahaan yang menunggak pembayaran BPJS Ketenagkerjaan. 

Dari 500 perusahaan tersebut, dipastikan ada ratusan miliar dana hasil potongan pekerja yang tidak dibayarkan perusahaan ke BPJS. Pihak BPJS ketenagakerjaan sering menyambangi perusahaan dan mengedarkan surat edaran, untuk penagihan hingga bekerjasama dengan pihak Kejaksaan Negeri Subang. 

Kepala Seksi HI Jamsos Disnakertrans Subang Wahid Dimyati mengatakan, pihaknya mendata ada sekitar 500 perusahaan yang tidak membayarakan BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, pihaknya mengimbau kepada perusahaan agar membayar premi BPJS Ketenagkerjaannya. 

Kasi Bina Penta TKI Disnakertrans Subang H. Indra Suparman mengatakan, pihaknnya mendatangi kantor BPJS Ketanagakerjaan dikarenakan data yang ada dipihaknya sekitar 500 perusahaan menunggak pembayaran premi ke BPJS Ketenagakerjaan. 

Indra berpendapat, ratusan miliar yang tidak disetorkan preminya Ke BPJS Ketenagekerjaan, diduga ada oknum perusahaan yang tidak membayarkan premi BPJS Ketenagakerjaan. Dari data yang ada, Indra menjelaskan, pembayaran premi yang menunggak, macet, bahkan tidak dibayarkan sejak bertahun-tahun yang lalu. 

Adapun ini merupakan kerugian bagi para pekerja, karena selama berkerja pekerja tersebut dipotong perbulannya untuk membayar premi BPJS Ketenagkerjaan. Sementara itu kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan Subang Rahmat D menyayangkan premi yang tidak dibayarkan sekitar 500 perusahaan ke BPJS Ketenagakerjaan. 

Menurutnya, nanti akan berpengruh terhadap pekerja yang berkerja di perusahaan. Seperti ketika si pekerja mengalami kecelakaan kerja, tidak bisa diklaim BPJS nya, karena preminya belum dibayar perusahaan. Rahmat menegaskan, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan pihak Kejari Subang Bidang Datun (perdata dan tata negara), untuk melakukan penagihan terhadap ratusan perusahaan yang menunggak premi. 

Adapun dugaan tidak dibayarkan premi dari perusahaan memang bermacam-macam. “Mungkin tidak dibayarkan perusahaannya, ada oknum, atapun perusahaan tidak sanggup bayar premi BPJS Ketenagekerjaan. Yang jelas, kami sudah kerjasama dengan pihak Kejari Subang untuk penagihan premi BPJS tersebut,” tegasnya. (pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama