PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » KISAH JEMBATAN PANYURUNGAN, HUJAN DAN LICIN MEMBUAT MOTOR TERCEBUR

SS-GSP - Hendak memasuki tahun 2020, potret permasalahan infrastruktur di Subang masih dirasakan warga di dua Kecamatan. Ya, warga Dusun Sukaseneng Desa Kecamatan Compreng, serta warga Dusun Bojong Asem Desa Bojong Negara Kecamatan Tambakdahan harus silih bergantian menggunakan perahu untuk menyebrang Kali Cipunagara, yang menjadi pembatas dua Kecamatan tersebut atau seringkali disebut sebagai Jembatan Panyurungan.
Hanya melalui perahu itulah yang ditarik juga oleh warga sekitar, akses dari dan menuju kedua desa tersebut. 

Baik untuk kebutuhan ke pasar, sekolah maupun aktivitas lainnya. Warga yang hendak melintas Dulgani (60) mengatakan, kondisi penyebrangan dari Desa Compreng ke Desa Bojongnegara menggunakan akses perahu tambang telah berlangsung puluhan tahun. Bahkan, sejak ia kecil, jembatan ini sudah ada.

Dulgani menambahkan, kesulitan yang kerap dialami warga manakala terjadi hujan. Sebab, akses menuju penyebrangan perahu yang merupakan tanah, bisa menjadi momok menakutkan bagi pengendara motor. Menurutnya, keberadaan penyebrangan perahu juga sangat membantu warga. Namun, ia mengakui dari sisi keamanan terkadang membuat penyebrang merasa was-was. “Bukan sentimen ke yang menyebrangkan. Mereka itu bagus membantu, tapi ya memang agak was-was,” jelasnya.
Ia juga berharap, pemerintah bisa segera turun tangan untuk membuat jembatan. Sebab, adanya jembatan begitu dibutuhkan masyarakat. Dikatakanya, tak jarang bila kondisi setelah hujan, dan tanah menuju ke penyebrangan penuh lumpur bekas hujan, warga harus memutar ke Jalur Pantura terlebih dahulu.
Warga lainnya, Rahman yang hendak menyebrang juga berharap di lokasi ini segera dibangun jembatan. Sebab, menurutnya saat memasuki musim hujan, kondisinya akan menyulitkan warga yang hendak menyebrang. “Ya kalaupun bisa menyebrang itu, agak-agak susah, paur lah. Ini kan tanah semua, jeblog mas,” ucapnya.
Ia juga menambahkan, sekitar 50 meter dari lokasi atau tepatnya utara penyebrangan perahu, telah ada pondasi untuk pembangunan jembatan gantung. Namun hingga kini belum kunjung usai. “Udah dari lama katanya mau dibangun jembatan tapi sampai sekarang belum jadi,” bebernya.
Menurut Pantauan  jembatan tersebut biasa digunakan untuk warga dari kedua desa tersebut untuk melakukan beragam aktivitas termasuk perekonomian. Sebab, dari akses masuk jalan Kabupaten Pusakanagara-Compreng menuju lokasi penyebrangan perahu, terdapat Pasar Sukaseneng yang menjadi aktivitas perekonomian warga.


Selain itu, manakala Kali Cipunagara saat dalam kondisi banjir atau debit air tinggi, lokasi ini cukup bahaya untuk dilewati jadi area penyebrangan warga. (pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama