PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » BANJIR NYARIS SERET RUMAH WARGA, SUBANG DIPENUHI “CILEUNCANG”

Bewara GSPHujan deras disertai angin, pada sore menuju malam pergantian tahun di Subang, membuat beberapa wilayah mengalami musibah seperti banjir dan tanah longsor. Misalnya saja seperti yang terjadi pada warga yang berada di pinggiran sungai Cipetir, Kampung Sukarasa, Desa Tanggulun Timur. Dua rumah warga nyaris terbawa arus sungai, akibat tanah yang labil disekitarnya mengalami kelongsoran.  

Peristiwa itu dijelaskan oleh salah satu petugas Tagana Kabupaten Subang yang saat kejadian bertugas di lokasi, Ate Satriana. Dua rumah tersebut berada di RT05/02, Desa Tanggulun Timur, milik Iwan dan Milik Tasa. 

Menurut Sekdes Tangulun Timur Ronny keadaan saat ini kedua rumah warganya tersebut sudah ditangani oleh tim gabungan dari Tagana, TNI, dan BPBD Kabupaten Subang.  Sementara itu, di wilayah Sukahayu Kelurahan Cigadung juga sempat direndam banjir pada saat malam pergantian tahun kemarin. 

Banjir setinggi paha orang dewasa tersebut merendam beberapa wilayah di Kelurahan Cigadung, terutama beberapa rumah yang letaknya berdekatan dengan saluran sungai.
Salah satu warga, Rully mengatakan, banjir terjadi akibat luapan aior di sekitar sungai.  Dia menjelaskan bahwa wilayahnya memang sudah menjadi langganan banjir sejak dua tahun lalu. 
Setiap akan pergantian tahun pasti selalu saja banjir, terlebih jika curah hujan tinggi. Warga disekitar Gang Jalitri Blok Purwasari RW 03 Kelurahan Cigadung, sudah pasti dapat kiriman air di penghujung tahun. Sejumlah titik di sekitar Subang Kota juga rawan genangan air jika hujan turun. Tingginya bahkan mencapai betis orang dewasa. 
Titik-titik seperti pertigaan Dolog Kelurahan Karang Anyar Jalan KS Tubun, depan kantor Dinas PUPR, area Tokma Cadika, dan lain-lain. Dugaan sementara genangan air jika hujan deras tersebut akibat drainase atau saluran air yang tidak berfungsi dengan baik.
BANJIR CILEUNCANG
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Subang Darmono mengatakan, hujan deras beberapa waktu yang lalu menjadikan sejumlah wilayah di kota Subang terjadi banjir. Banjir tersebut merupakan banjir cileuncang. Hal tersebut mengakibatkan wilayah Gang Tahu, Gang Flamboyan, Gang Jalitri, depan Tokma Cadika tergenang air cileuncang. 
Ketingian air bervariasi, mulai dari semata kaki hingga setinggi betis orang dewasa.  Genangan air cileuncang, kata dia, diakibatkan drainase dan saluran air yang mengalami pendangkalan. Ketika banjir tersebut ada, hal ini harus menjadi perhatian bersama, sehingga bisa tertanggulangi ke depannya. 
Dijelaskan Darmono, pendangkalan dan penyempitan terjadi di saluran drainase, yang diakibatkan pembangunan rumah yang kurang memperhatikan posisi bangunannya. Itu akan berdampak terhadap jalan raya, ataupun permukiman perumahan. Ketua Tagana Subang Jajang Muhaemin mengatakan, pihaknya terus siaga ketika dalam kondisi banjir. Walaupun banjir cileuncang juga harus waspada, karena bisa menimbulkan dampak yang besar juga kepada masyarakat.   Menurut Jajang, wilayah Kota Subang juga harus ada perbaikan drainase secara signifikan dalam waktu dekat. Pasalnya, setiap hujan deras selalu ada banjir cileuncang. 
Sementara itu menurut Pegiat Lingkungan Subang Alam Randjatan mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali melakukan sosialisasi untuk melakukan gotong royong membersihakan sampah, baik di saluran air ataupun lainnya. Namun tetap saja masyarakat masih sering membuang sampah sembarangan. “Kami meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupten Subang agar memberikan sanksi tegas terhadap pembuang sampah. Harus ada sangsi tegas, baik materi ataupun sosial ini harus ada agar kapok,” katanya. (pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama