PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » EMPAT TKW SUBANG PULANG BAWA ‘OLEH-OLEH’ BAYI

Bewara GSPBekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja wanita (TKW) menjadi banyak pilihan. Terutama bagi mereka yang kesulitan ekonomi atau bercerai dengan suaminya. Tapi, banyak pula di antaranya yang pulang justru membawa ‘oleh-oleh’ bayi. Dalam catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), ada empat TKW Subang yang pulang dari luar negeri membawa ‘oleh-oleh’ bayi. 

Pada umumnya hasil hubungan tidak resmi saat bekerja di sana. Disebabkan pemerkosaan ataupun hubungan suka-sama suka. Selain itu, banyak pula TKW Subang yang mendapat perlakukan keji seperti penyiksaann hingga terlantar. Tapi tetap saja banyak yang berminat menjadi TKW. Salah satu calon TKW asal Binong, Nurmala (24) mengaku tetap ingin bekerja ke luar negeri yaitu Taiwan. 

Alasannya, Nurmala ingin memperbaiki hidup setelah dirinya menjanda. Ia pun tidak keberatan jika bertemu jodoh dengan warga luar negeri.  Kepala Bidang Bina Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Disnakertrans Subang Agus Gunawan membenarkan peminat menjadi TKW masih banyak. Banyak faktor yang mempengaruhi, di antaranya iming-iming penghasilan tinggi. 

Menurutnya, faktor dorongan terbesar adalah faktor ekonomi atau kegagalan dalam membina hubungan rumah tangga. Kebanyakan yang berangkat berstatus janda. Ada juga yang pulang jadi TKW bercerai karena kerja di luar negeri membutuhkan waktu tahunan. 

Kepala Seksi Bina Penta TKI Disnakertrans Subang Ivan Rahmat Maulana menjelaskan, TKI asal Subang didominasi oleh wanita. Hingga tahun 2019 ada 5.852 TKW asal Subang. Sementara di bulan Januari 2020 terdata ada 284 wanita yang berangkat menjadi TKW.Ia pun membenarkan ada tren baru, TKW pulang membawa bayi. 

Pihaknya pernah melakukan investigasi atas kejadian itu. Hasilnya, mulai dari karena pemerkosaan hingga suka sama suka Sementara itu Jubir merangkap Hakim Pengadilan Agama Subang Cecep Farhan Mubarok mengatakan, perceraian didominasi karena gugatan istri karena factor kekurangan ekonomi. (pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama