PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » KOMISI PENANGGULANGAN AIDS CATAT 2.286 LAKI-LAKI PELANGGAN PSK

Bewara GSPKomisi Penanggulangan Aids (KPA) Subang mengungkap fakta, bawah perilaku laki-laki dan perempuan heteroseksual, yang paling rentan terjadinya penularan HIV.  Bukan Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), gay dan lesbian. Lesbian pada LGBT tidak termasuk populasi kunci yang rentan tertular atau bisa menularkan HIV karena tidak ada seks penetrasi.  

Pengelola Program KPA Kabupaten Subang, Nurbayanti, SH mengatakan, HIV/AIDS pada LSL hanya ada di komunitas atau kelompoknya.  Sementara HIV/AIDS pada laki-laki dan perempuan heteroseksual mereka memiliki pasangan. Pasangan mereka bisa juga memiliki pasangan atau memiliki pasangan yang sedang hamil. 

Berisiko untuk tertular HIV kepada bayi yang tengah dikandungnya jika tidak terdeteksi sejak dini dan tidak dilakukan pengobatan ARV. Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemetaan populasi kunci oleh KPA Kabupaten Subang diperoleh data sebanyak 2.286 orang laki-laki (heteroseksual) berisiko tinggi sebagai pelanggan pekerja seks perempuan. Tersebar di 24 titik meliputi 7 kecamatan. 

Sementara, ada gap sejumlah 1.486 orang laki-laki berisiko tinggi yang belum dilakukan penjangkauan. Luas wilayah tidak sebanding dengan jumlah petugas penjangkau yang ada di LSM pada tahun itu.  Serta prioritas dan sasaran program yang lembaga donor tetapkan untuk LSM sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang tidak ada yang menjangkau populasi kunci LBT (Laki-Laki Berisiko Tinggi).  

Lembaga swadaya tersebut hanya menjangkau populasi kunci LSL, waria, pengguna napza suntik, pekerja seks perempuan dan ODHA (Orang dengan HIV AIDS).  Dia menjelaksan, upaya yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh KPA Kabupaten Subang sebagai lembaga koordinasi pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS. Antara lain, mengembangkan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di masyarakat khususnya laki-laki berisiko tinggi (LBT). 

Pihaknya bekerjasama dengan berbagai lintas sektor diantaranya TNI, perusahaan yang banyak mempekerjakan tenaga kerja laki-laki, sektor konstruksi, perhubungan dan pemegang kunci di lokasi hot spot. Rencananya, kata dia, kegiatan tersebut akan diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan Tingkat Kabupaten. Untuk mendeteksi keberadaan laki-laki berisiko tinggi sangat tidak mudah, karena jarang ada laki-laki yang mengaku sebagai pelanggan pekerja seks perempuan. 

Pegiat HIV bisa mengenalinya dengan ciri 4 M (Man, Mobile, Macho with Money) yaitu laki-laki jantan yang mobilitasnya tinggi atau berjauhan dari pasangan seksual tetapnya, serta memiliki banyak uang. 

281 Buruh Mengidap HIV : Pengelola program IMS, HIV/AIDS and harm reduction Dinas Kesehatan Subang Suwata mengatakan, penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Subang sangat mematikan. Apalagi penularannya yang tidak mengenal usia, status dan jenis pekerjaan.  Jika dilihat dari penularannya, Suwat menuturkan, tahun 2019 kaum hawa menjadi penular terbesar dibandingkan laki –laki. 
Data di Kabupaten Subang, ada sebanyak 59 persen kaum hawa, sedangkan 41 persen kaum laki-laki pada akhir juni 2019. Jika dilihat dari dampak epidemi HIV/AIDS pada pembangunan di Kabupaten Subang berdampak terhadap ekonomi, sumber daya manusia dan juga sosial. “Dari Januari- Juni 2019 penularan HIV/AIDS terbanyak adalah dari kaum hawa,” ujarnya. Suwata mengatakan, pihaknya mendata sebanyak 281 buruh pabrik, bangunan, tani dan lainnya, terkena HIV/AIDS. “Dari jumlah 281 orang buruh tersebut, diprediksi ada 10 persen yang mengenai buruh pabrik di Kabupaten Subang. Kami harap masyarakat khususnya buruh pabrik, melakukan hubungan seks dengan aman,” imbuhnya. (pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama