PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » SEMBILAN TITIK JALAN TANGGUL TERPUTUS, 5.047 HA LAHAN PERTANIAN TERENDAM

Bewara GSPSebanyak 9 titik jalan tanggul Cipunagara di Desa Mulyasari terputus dan sebagian lain mengalami longsor terbawa limpasan Kali Cipunagara. Hal ini diutarakan Kepala Desa Mulyasari Hasanuddin Masawi usai ditinjau Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil dan Bupati Subang, Kamis (27/2).  

Hasan menyebut, beberapa titik Jalan tanggul yang terputus diantaranya diblok istal satu titik, di blok kampung kedung gede 3 titik, di kampung pamugas 4 titik serta 1 titik di Bojong.  Tentunya, dengan kondisi begitu berdampak pada akses jalan tanggul Cipungara yang selama ini digunakan masyarakat menjadi sulit dilalui. Bahkan pada jalan yang etrputus saat ini hanya dibuatkan jembatan bambu. 

Untuk itu, Ia berharap pihak BBWS segera melaksanakan tindakan perbaikan Jalan tanggul tersebut, karena hal itu merupakan kewenangan BBWS. Sementara itu Kepala BPBD Subang H. Hidayat, menyebut penanganan jalan di tanggul Desa Mulyasari merupakan kewenangan BBWS. 

Meski demikian, BPBD akan mendorong agar segera turun memperbaikinya. 5.047 Hektare Lahan Pertanian Terendam. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Subang Ir. Djadja Rohadamadja menyebut, lahan sawah yang terendam di seluruh Subang mencapai 5.047 hektare. “Lahan yang terendam sesuai data yang kita peroleh itu ada 5.047 hektare, untuk kerugiannya belum kita hitung karena sampai sekarang kondisi air terus surut,” ucapnya.  

Jaja mengatakan, umur padi berkisar di antara 10 sampai 30 hari dan dan terendam selama 5 sampai 7 hari, bisa terjadi pembusukan pada padi tersebut. “Tapi mudah-mudahan bisa terus kita selamatkan,” ucapnya.

Saat ini pihak dari Dinas Pertanian sendiri masih terus memantau kondisi sawah-sawah yang ada di wilayah pantura khususnya yang terkena dampak.  Tindakan kita saat ini masih terus memantau kondisi dan terus mengupdate data data di lapangan,” ucapnya.  

Jika memang diperlukan Dinas Pertanian akan mengajukan benih pada kementerian Pertanian untuk mengganti bibit dari petani.  Sementara itu Korluh BPP Pamanukan Hj Tuti Mulyana menyebut, saat ini sudah sebanyak 1.263 hektare sawah di Pamanukan yang sudah tanam. (pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama