PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » MASYARAKAT DIIMBAU TAK KUCILKAN KELUARGA KORBAN YANG MENINGGAL KARENA STATUS PDP

Bewara GSPTim gugus tugas percepatan penangulangan Covid 19, Kabupaten Subang kembali melakukan konferensi pers (Preskon) di posko kendali gugus tugas, Kamis (16/4).
Juru bicara sekaligus Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Subang, dr Nunung Syuhaeri menjelaskan perkembangan kasus Covid 19 di Kabupaten Subang. 
Menurutnya, total yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang, dari awal sampai sekarang tercatat 21 orang, dengan rincian sudah selesai sebanyak 18 orang. “Dari 18 orang ini, tercatat 14 orang itu dianggap sembuh. Sekarang sudah mulai proses pemeriksaan laboratorium untuk memastikan, di dalam perkembangan juga ada yang meninggal,” jelasnya. 
Dia menyebut PDP yang meninggal berjumlah 4 orang, diantaranya 2 orang warga Subang dan 2 orang lagi warga dari luar Kabupaten Subang. Ke-empatnya meninggal dalam keadaan berstatus PDP, meski sekalipun statusnya sebagai PDP, belum tentu karena Covid 19 lantaran hasil swabnya belum diketahui.  Sementara terkonfirmasi total pasien terpapar Covid -19 sampai Rabu (16/4) sore, masih 3 orang dan mereka masih dalam perawatan intensif. 
Sementara itu, kategori orang dalam pemantauan (ODP), dari awal sampai sekarang tercatat 4.373 orang. Setelah menjalani isolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari dan sudah selesai 3.350 orang. “Berarti yang saat ini masih berstatus ODP di Subang 1.023 orang. Adapun yang meninggal dunia dengan status ODP.  Yang bersangkutan pun belum diketahui hasil swabnya apakan covid atau bukan,” paparnya.  
Untuk 14 pasien ODP yang hasil rapid tes nya positif, lanjut Nunung, saat ini kondisinya dalam keadaan sehat sedang menjalani isolasi di eks gedung asrama putri Subang. Menyikapi adanya pemberitaan, ia pun dengan tegas membantah bahwa pasien PDP itu meninggal karena covid. Adapun hasil rapid tesnya yang bersangkutan memang positif. 
Walaupun dalam proses pemakaman kita perlakukan seolah-olah beliau menderita penyakit itu. Karena memang standarnya seperti itu. Jadi sekali lagi saya katakan saya tidak pernah sampaikan PDP yang di kasomalang itu sebagai pasien yang terpapar corona.   S
ementara itu Sekda Subang, H. Aminudin selaku Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang mengucapkan turut berbela sungkawa dan prihatin kepada seluruh keluarga almarhum atau almarhumah yang ada di Kabupaten Subang atau diluar Subang pada momen covid-19 saat ini.  
Ia berpesan kepada masyarakat Subang, perlakukan jasad almarhum yang terjangkit status PDP dengan benar, karena hal tersebut bukanlah aib. Namun semata-mata adalah wabah yang datangnya dari negara luar dan melanda dunia. Dia juga minta masyarakat tanggap terhadap perkembangan covid -19. Dimana protokol dan aturannya sudah jelas baik dari Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sampai kepada himbau-himbauan. 
“Laksanakan hal tersebut, seperti diam dir rumah cuci tangan, menggunakan masker, dan tidak berpergian keluar rumah kecauali ada keperluan mendesak,” tambahnya. (pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama