PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » HARGA GABAH ANJLOK, PDIP MERADANG, SATGAS PANGAN DIMINTA BASMI SPEKULAN

Bewara GSP Ditengah pandemi covid-19, petani di Subang bersyukur masih bisa melaksanakan panen. Namun terdapat kondisi yang miris, saat konidisi panen seperti ini harga gabah justru anjlok dan fluktuatif.  Menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Subang H. Aming Kasmin, hal itu disebabkan oleh adanya oknum yang bermain memonopoli harga. 

Sehingga harga jual padi ketika panen sangat rendah, apalagi panen raya sekarang ditambah saat berada dalam situasi pandemic Covid-19 dijadikan alasan para spekulan/tengkulak untuk menjatuhkan harga. Seperti halnya harga pupuk, H. Aming menyebut setiap tahun selalu mengalami kenaikan. 

Bahkan, bukan hanya naik, terkadang langka karena kuotanya terbatas. Biaya sewa traktor serta upah buruh tandur juga semakin naik. Sementara itu, Ketua DPRD Subang Narca Sukanda ketika dimintai komentarnya juga mendukung agar calo-calo itu dibasmi. Sebab, karena system calo ini, berdampak pada harga beras yang mahal namun harga gabah dari petani dibeli dengan murah.  

PPL Pamanukan M. Aditya Nugraha mengatakan saat ini, harga gabah kering panen (GKP) untuk vareitas Ciherang berada diangka Rp 5000-5200, varietas ketan Rp 4400 serta untuk Vareitas 42 Rp 4800/kilogram.   

Padi dengan komoditas bisnis seperti 42, Ketan atau Tarabas (teiken) memang cenderung fluktuatif dan sempat anjlok. Sebab, biasanya untuk padi komoditas bisnis tersebut bisa mencapai Rp 6000/kilogram nya.  Adit menyebut, memang ada dilematis yang dihadapi petani. 

Untuk padi Ciherang bisa masuk ke Bulog dengan HPP yang sudah ditentukan yakni Rp 4150. Namun dengan kondisi yang lebih stabil harga Ciherang bisa melampui HPP bulog. (pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama