PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » KOTA BARU PATIMBAN TETAPKAN ZONA HIJAU, TUNGGU PENGESAHAN GUBERNUR JABAR

Bewara GSP Wacana adanya Kota Baru Patimban sudah mulai didengungkan ketika masa Bupati Imas Arymuningsih tahun 2017 lalu. Kota Baru Patimban tersebut termuat dalam Revisi Tata Ruang Wilayah tahun 2017. 

Waktu itu direncanakan sekitar 10.000 hektar luas kota tersebut. Mencakup di Kecamatan Pusakanagara, kecamatan Pamanukan, Pusakajaya, Legonkulon dan Sukasari. Saat ini berdasarkan hasil kajian seluas 5.967 hektar. Itu hanya di Kecamatan Pusakanagara. Kota Baru Patimban akan dibangun seiring dengan adanya Pelabuhan Patimban. Diharapkan Kota Baru Patimban mampu menggerakan perekonomian di Kabupaten Subang. 

Lalu apakah di era kepemimpinan Bupati Ruhimat dan Wabup Agus Masykur Kota Baru Patimban masih terpikirkan untuk direalisasikan? Apalagi saat ini pemerintah masih berjibaku sibuk urus Covid-19. Berdasarkan informasi yang diperoleh Pasundan Ekspres di lapangan, upaya untuk membangun sebuah Kota Baru Patimban terus dipersiapkan. Saat ini tengah menunggu pengesahan dari Gubernur Jawa Barat mengenai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Baru Patimban. 

Sementara itu Kabid Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Subang, Andri M Priatna ST MT mengatakan, rencana tata ruang Kota Baru Patmban sudah disampaikan ke Pemprov Jawa Barat. Kemudian sudah digelar pembahasan dengan Pemprov Jabar bulan April untuk mendapat persetujuan dari Gubernur.  Setelah ada persetujuan dari Gubernur, kata dia, perlu adanya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur khusus tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Baru Patimban.  Pihaknya mengakui terus melakukan komunikasi dengan bagian hukum Setda Subang untuk menyiapkan draft Perda RDTR Kota Baru Patimban. Sehingga ketika sudah ada persetujuan dari Gubernur, tinggal Pemda secepatnya mengusulkan rancangan Perda ke DPRD untuk disahkan. 

Lebih lanjut dijelaskannya di Kota Baru Patimban tersebut ada enam zona. Antara lain zona perumahan, perdagangan, perkantoran, sarana pelayanan umum, industri dan pertanian.
Berdasarkan rencana tata ruang Kota Baru Patimban dengan luas 5.967 hektar tersebut setengahnya merupakan zona pertanian. Adanya zona pertanian ini sekaligus menjawab kekhawatiran, lahan pertanian akan tergerus habis dengan adanya Kota Baru Patimban. 

Andri menjelaskan, Kota Baru Patimban ini berada di Kecamatan Pusakanagara. Meliputi Desa Gempol, Kalentambo, Kotasari, Mundursari, Patimban, Pusakaratu dan Rancadaka.
Sementara itu, berdasarkan informasi di lapangan yang diperoleh Pasundan Ekspres, belum ada aktivitas pembebasan lahan untuk Kota Baru Patimban. Saat ini pembebasan lahan hanya untuk back up area Pelabuhan Patimban seluas 352 hektar. Mengenai status milik tanah luas 5.967 hektar Kota Baru Patimban tersebut, nantinya apakah akan menjadi hak milik pemerintah atau swasta sepenuhnya kita tunggu saja nanti.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Camat Pusakanagara, Muhamad Rudi mengatakan, keputusan rapat terakhir mengenai RDTR Kota Baru Patimban masih menetapkan wilayah Kecamatan Pusakanagara merupakan zona hijau. Lahan pertanian masih dipertahankan. Bahkan kata Camat Rudi, untuk wilayah barat Pusakanagara dari mulai Desa Mundusari, Kotasari, Rancadaka dan Gempol juga mendapat perhatian tidak ada alih fungi lahan. (pe)

Seputar Kota Baru Patimban
– Mulai digaungkan era Bupati Imas Aryumningsih tahun 2017
– Semula 10.000 hektar menjadi 5.967 hektare
– Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Baru Patimban menunggu pengesahan Gubernur Jabar.
– Memiliki Enam Zona:
Perumahan
Perdagangan
Perkantoran
Sarana pelayanan umum
Industri dan pertanian 
– Kota Baru Patimban meliputi meliputi sebagian Desa Gempol, Kalentambo, Kotasari, Mundursari, Patimban, Pusakaratu dan Rancadaka di Kecamatan Pusakanagara. 
– Setengahnya dari Kota Baru Patimban zona pertanian.

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama