PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » 14 TAHUN TERBENGKALAI, NASIB JALAN LINGKAR PAMANUKAN BUKAN JADI PRIORITAS

Bewara GSP -  Setelah pembukaan jalan di wilayah selatan yang berhasil dilakukan dan kini tengah berjalan, muncul aspirasi dari warga juga tokoh masyarakat di pantura soal perbaikan jalan. Tidak hanya itu, pembuatan jalan baru dalam hal ini Jalan Lingkar Pamanukan kembali mengemuka. Sebab, sejak pembebasan lahan Jalan Lingkar Pamanukan dari tahun 2006, hingga tahun 2020 ini pembangunannya tak jelas.  

Tokoh Masyarakat H. Hermansyah menyampaikan, saat pembebasan lahan dirinya masih menjabat sebagai Ketua BPD Desa Pamanukan. Dari informasi yang ia ketahui, pembebesan lahan untuk Jalur Lingkar Pamanukan mencapai 10 hektare dengan lebar 15-20 meter dan panjang 2 KM. Jalur Lingkar Pamanukan tersebut, tidak hanya untuk kepentingan akses transportasi, tapi manfaat yang dirasakan bisa untuk mengangkut hasil pertanian, perikanan dan tambak maupun akses wisata ke wilayah Kecamatan Legonkulon.  

Meski begitu, ia mengaku sangat prihatin dimana dalam jangka waktu 14 tahun ini jalan tersebut masih belum berdiri. Bahkan pembangunannya pun terkesan sepotong-sepotong tanpa ada perhatian dan visi yang jelas. Plt Camat Pamanukan melalui Kasubbag Perencanaan dan Keuangan H. Amin Suhami menyebut, pembebasan lahan untuk Jalur Ringroad Pamanukan dilakukan pada Tahun 2006. Kala itu, Bupati Subang jaman Eep Hidayat. Bahkan kata H. Amin, pembebasan lahan juga dilakukan di lokasi lain untuk 3 kegiatan berbeda. 

Lalu, untuk dua kegiatan lain yakni pembebasan lahan untuk pembuatan embung di Desa Rancahilir dengan luas lahan yang dibebaskan mencapai 2,7 hektare serta lahan untuk Tempat Pembuangan Sampah 2 hektare di samping rencana Jalur Lingkar Pamanukan. Mengenai progres pembangunan jalan Lingkar Pamanukan itu, H. Amin menyebut, akan memberikan akses bagi aktivitas baik di Pamanukan maupun Legonkulon sebagai alternatif jalur Pondok Bali-Pamanukan yang padat. 

Mengenai pembangunan dari tahun ke tahun, H. Amin menyampaikan yang ia ketahui telah dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya pembangunan pondasi dan jembatan pada tahun 2018-2019, pengarugan hingga membuat TPT.  Sementara itu, Mantan Kepala Desa Pamanukan sekaligus aktivis pemekaran Pantura Sudi Hartono meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk kembali melihat daftar perencanaan pembangunan. 

Sebab, selama 14 tahun hingga kini tak ada tindak lanjut pekerjaan merupakan sebuah tanda tanya besar. Setiap tahunnya, pembangunan Jalur Lingkar Pamanukan ini menurutnya seperti tak masuk prioritas pembangunan. Ia juga menyinggung aspek pemeretaan pembangunan terkait pembangunan jalan tersebut. Rencana Pembangunan Lingkar Pamanukan Tahun 2006
Pepmebasan Lahan 6 hektare Lebar 20 meter dan Panjang 2 Km

Lokasi : dari pertigaan Panorama masuk Desa Pamanukan hingga ke Pamanukan Hilir. (pe)

Manfaat Jalur Lingkar Pamanukan

Akses transportasi
Mengangkut hasil pertanian, perikanan dan tambak
Akses wisata ke pantai
Jalur alternatif Pondok Bali-Pamanukan yang padat
Bisa menjadi jalur evakuasi banjir Pantura


Progres pembangunan
6 Hektare Lahan sudah dibebaskan
Jembatan pembatas dibangun tahun 2018-2019
Pengarugan dari samping pos polisi hingga jembatan.  

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama