PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » LBH MAPANCAS SIAP PERJUANGKAN NASIB PETAMBAK TRADISIONAL BLANAKAN YANG TERCEMAR LIMBAH VANAME

Bewara GSP Para petambak tradisional di Desa Jayamukti Kecamatan Blanakan yang jadi korban limbah tambak udang vaname mengadukan nasibnya ke Lembaga Bantuan Hukum Mahasiswa Pancasila (LBH MAPANCAS) Jawa Barat. Mereka merasa sudah tidak mendapat perhatian dari pemerintah. 

Bahkan mereka curiga anggota dewanpun lebih memihak pengusaha udang vaname ketimbang memperjuangkan nasib petani tambak tradisional yang jumlahnya ratusan orang. Demikian yang katakana perwakilan petambak tradisional Blanakan, Acep Suryana, bersama rekan-rekannya didampingi tokoh warga Blanakan, Bambang Marwoto, saat bertemu dengan jajaran LBH MAPANCAS Jabar, Rabu (1/7/2020). 

Mewakili para petambak, tokoh masyarakat Kecamatan Blanakan, Bambang Marwoto, mendesak pemerintah memperhatikan petambak tradisional dengan mengupayakan langkah antisipasi pencemaran limbah vaname dan memperbaiki pendangkalan saluran tambak. Dia menyampaikan, hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Jabar jelas menyatakan limbah udang vaname mencemari lingkungan. 

Bahkan Ombudsman Jabar sudah memerintahkan agar tambak udang vaname ditutup sementara. Pimpinan LBH MAPANCAS Jabar, Sachrial, SH, didampingi Aji Saptaji, SH, menegaskan siap membantu memperjuangkan nasib para petambak tradisional Blanakan. Sebelumnya diberitakan, ratusan petambak ikan tradisional di Desa Jayamukti Kecamatan Blanakan mengeluhkan memburuknya kehidupan mereka semenjak hadirnya aktivitas usaha tambak udang vaname.  

Selain penghasilan mereka anjlok, kehadiran tambak intensif udang vaname yang limbahnya ditengarai mencemari lingkungan mengakibatkan ribuan warga terancam kehilangan mata pencaharian sehari-hari. Ketua kelompok petambak tradisional Desa Jayamukti Kecamatan Blanakan, Acep Suryana, mengungkapkan kondisi menderitanya para petambak dalam beberapa tahun terakhir sejak kehadiran tambak intensif vaname. 

Acep menyebut, budidaya intensif udang vaname di daerahnya merupakan hal baru dan hanya dilakukan oleh beberapa orang bermodal besar. (PatNews*AN)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama