PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » TANGANI BANJIR PANTURA, PEMERINTAH PINJAM RP42 M KE KOREA

Bewara GSP - Penanganan Banjir untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipunagara, akan memakan dana pinjaman luar negeri. Bahkan pada tahun ini, pagu anggaran untuk penanganan banjir di DAS Cipunagara dengan Pemerintah Korea Selatan mencapai Rp42 Miliar. “Demikian yang dikatakan Kabid Keterpaduan Sumberdaya Infrastruktur Air BBWS Citarum Andri Yosa Sabri di Kantor PDAM Pamanukan, saat sesi Konferensi Pers bersama awak media, Senin (22/2). Andri menjelaskan, sebenarnya penanganan DAS Cipunagara sendiri telah diusulkan sejak tahun 2019. Namun karena keterbatasan APBN dan juga adanya Pandemi, Jadi didapatlah sebuah mekanisme pendanaan dari luar negeri. Dana sebesar Rp42 milyar tersebut nantinya akan digunakan untuk mendanai kegiatan penyusunan master plan, feasibility study (FS), Detail Engineering Design (DED) serta Studi LARAP Sungai Cipunagara. Hanya saja, karena dana yang digunakan merupakan proses pinjaman luar negeri, maka prosesnya akan lebih lama dibandingkan dengan menggunakan dana dari APBN. Menurutnya, bencana banjir yang selama ini terjadi bisa diketahu potret dan akar masalah di DAS Cipunagara sehingga menyebabkan banjir. Sementara itu, Bupati Subang, H Ruhimat kewalahan menangani banjir di beberapa wilayah di Subang, Bupati Subang menyurati pemerintahan pusat dan provinsi, untuk bersama menanggulangi banjir di beberapa wilayah di Subang, terutama di wilayah Pantura. Hal itu disebutkan Ruhimat usai memimpin briefing staf di halaman belakang rumah dinas Bupati Subang, Senin (22/2). Banjir di wilayah Pantura terutama, sampai Minggu (21/2) sudah mengalami banjir yang ketiga kalinya. Salah satu penyebab dari banjir itu disebutkan lantaran beberapa tanggul rusak dan belum sempat diperbaiki. Menurutnya, jika Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, tidak duduk bersama dengan pemerintah pusat dan provinsi, maka harapan agar beberapa wilayah di bagian utara terhindar dari banjir hanyalah isapan jempol semata. Ruhimat juga menjelaskan, fokus perbaikan tanggul-tanggul yang jebol yang menurutnya sangat urgen untuk secepatnya diperbaiki. (pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama