PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » SERIKAT NELAYAN SUBANG MINTA PERUSAHAAN PERHATIKAN NELAYAN

Bewara GSP - Nelayan di Kecamatan Legonkulon yang bernaung pada Serikat Nelayan Subang (SNS) melakukan audiensi. Mereka beraudiensi dengan pihak Jawa Satu Power-Jawa Satu Regas, yang merupakan sebuah perusahaan yang memiliki Kapal Floating Storage Regasification Unit (FSRU). Belakangan keberadaan Kapal FSRU Jawa Satu di perairan Legonkulon ini dikeluhkan nelayan, karena ada penyempitan area tangkap ikan serta diduga adanya kebocoran limbah. Audiensi digelar di Mapolsek Legonkulon dan dihadiri oleh pihak dari Perusahaan Jawa Satu Power, Kasatpolairud Polres Subang, Intelkam Polres Subang, Kapolsek Legonkulon serta pengurus SNS dan para nelayan. Local Affairs Officer Jawa Satu Power Maryono mengatakan, terkait dengan surat yang dilayangkan nelayan serta yang berkembang sejauh ini. Pihaknya menyimpulkan yakni kurangnya informasi sosialisasi pada masyarakat nelayan, terkait dengan kegiatan CSR serta pencemaran terhadap limbah minyak. Sementara, terkait dengan CSR, perusahaan kemungkinan akan mulai menyalurkan CSR ketika sudah melakukan operasi pada Januari 2022 mendatang. Formula CSR yang diberikan akan dibahas melihat track record perusahaan sebelumnya yang mana akan banyak bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Sementara terkait dengan adanya informasi limbah minyak, JSP memastikan minyak tersebut bukan berasal dari kegiatan atau aktivitas JSP. Melainkan tumpahan minyak tersebut diduga akibat kebocoran pipa dari Pertamina ONWJ. Lalu, terkait area tangkap ikan pihak dari Jawa Satu Regas sendiri telah menyimpan tanda 4 titik buih dengan warna kuning sebagai tanda. Jarak dr kapal FSRU Jawa satu ke buih sekitar 400 meter yang menjadi area steril. “Itu fasilitas yang vital. Area yang clear dan tidak boleh dimasuki karena ada banyak pipa. Terkait dengan bunyi klakson kapal patroli pihaknya juga akan segera menyampaikan usulan tersebut pada manajemen. Sementara itu, salah satu nelayan Rudi Suardi menyampaikan dengan adanya informasi tersebut tentunya memberikan kejelasan. Namun pihaknya tetap memberikan penekanan agar tiga poin tersebut dapat diperhatikan oleh perusahaan baik yang menyangkut sosialisasi, CSR serta dengan dampak penyempitan area tangkap. Selain itu, ia juga meminta pihak perusahaan untuk memberitahu pada kapal patroli yang bertugas agar tidak semena-mena baik dalam menyalakan klakson atau mengusir nelayan. Sementara itu, Ketua Serikat Nelayan Subang (SNS) Darmawan Santosa menyebut, adanya audiensi tersebut menjadi titik terang dari keresahan nelayan di Legonkulon selama ini. Meski demikian pihaknya meminta perusahaan agar tetap memperhatikan nasib nelayan. Dengan adanya sosialisasi tersebut, ke depan akan menjadi lebih terang termasuk jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan perusahaan dalam pelaksanaan konstruksi, nelayan dapat menyampaikan secara langsung. (pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama