PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » PEMBANGUNAN JALUR KERETA API MENUJU PELABUHAN PATIMBAN SEGERA DIBANGUN

Bewara GSP - Jalur kereta api menuju Pelabuhan Patimban saat ini masih tahap studi kelayakan. Hal ini dikonfirmasi Kepala KSOP Kelas II Patimban Heri Purwanto, belum lama ini . Heri menyampaikan, untuk mendukung konektivitas angkutan barang dan produksi ke Pelabuhan Patimban, akan ada akses tol dari Tol Cipali dan langsung menuju Patimban serta adanya jalur kereta api untuk mengangkut barang dan peti kemas. Dibandingkan dengan akses tol, Heri menyebut tahapan pembangunan jalur kereta api menuju Patimban masih lebih panjang. Sebab, untuk akses tol ditargetkan mulai tahun 2022 mendatang sudah dilaksanakan pembangunan dan diperkirakan memakan waktu selama dua tahun. Meski begitu, ia menyampaikan terkait rencana trase jalur kereta api, sejauh ini masih memakai jalur awal yakni exit dari Stasiun Pagaden menuju Patimban. Sebelumnya, dalam design awal yang dibuat Kementerian PUPR, titik interchange berada di Kecamatan Cibogo mengarah ke utara dan bertemu dengan titik jalur kereta api dari Stasiun Pagaden dan berbarengan menuju wilayah Pusakanagara. Namun dalam paparan pemrakarsa yang terdiri dari PT Jasa Marga, Surya Semesta Internusa, Daya Mulia Turangga dan Jasa Sarana, jalur kereta api dan jalan tol menuju Pelabuhan Patmban tak jadi beriringan. Hal ini terungkap dalam design yang disampaikan oleh Konsorsium Pemrakarsa pembangunan Arif Azahari. Dalam desain terbaru, jalan tol menuju Patimban dengan titik interchange berada di Desa Sawangan Kecamatan Cipeundeuy atau di KM 89 Tol Cipali. Jalan tol sepanjang 37,7 KM tersebut akan melewati 9 Kecamatan dengan total 20 Desa yang akan terlewati jalan tol ini. Hasil dari prakarsa konsorsium ini yakni desa yang akan terlewati diantaranya dari desa Sawangan Kecamatan Cipeundeuy memanjang hingga Desa Pusakaratu Kecamatan Pusakanagara. Sementara, saat konsultasi publik rencana pembangunan jalur kereta api pada Oktober 2019 lalu, Kasi Pengembangan Jaringan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Awang Meindra menyebut, rencana jalur rel kereta api akses Patimban akan melintasi 7 Kecamatan dengan 15 desa. Bahkan kata Awang, rencananya trase jalur rel kereta api juga akan berdampingan dengan jalan tol menuju Pelabuhan Patimban. Mengenai rencana jalur kereta api yang akan dibangun sepanjang 28 KM dari sekitar Stasiun Pagaden Baru hingga ke Desa Patimban. Mengenai wilayah yang akan dilewati, dalam paparanya kala itu, Awang Meindra menjelaskan, desa-desa yang terlewati jalur rel diantaranya Desa Neglasari, Pagaden dan Kamarung (Kecamatan Pagaden), Desa Karangsari, Kihiyang (Kecamatan Binong), Desa Sukadana, Jatimulya (Kecamatan Compreng), Desa Rancaudik Kecamatan Tambakdahan, Desa Bongas (Kecamatan Pamanukan), Desa Bojong Tengah, Pusakajaya (Kecamatan Pusakajaya), serta Desa Pusakaratu, Gempol, Kalentambo, Patimban (Kecamatan Pusakanagara). Total ada 15 desa dari 7 Kecamatan, sebagian besar jalur ada di persawahan, Sementara itu, Kabid Tata Lingkungan DLH Subang Ratna Komara membenarkan soal tak jadinya berdampingan antara jalur kereta api dan jalan tol. Berdasarkan informasi yang dihimpun Pasundan Ekspres, pemindahan interchange ke Cipeundeuy selain untuk mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi di daerah tersebut dan sepanjang tol juga untuk mendekatkan akses area industri dari wilayah Purwakarta dan Karawang.. Sementara itu, informasi terbaru rencana pembangunan jalur kereta api kini akan segera memasuki tahap penyusunan dokumen kerangka acuan (KA) serta AMDAL.(pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama