PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » KONSUMTIF, TRADISI ATAU SETTINGAN?

Perilaku konsumtif adalah kecenderungan seseorang berperilaku berlebihan dalam membeli sesuatu atau membeli secara tidak terencana. Perilaku konsumtif adalah perilaku atau gaya hidup yang suka membelanjakan uang tanpa pertimbangan yang matang. Sekarang kita kembali kepada prilaku Konsumtif, Kita bisa melihat keadaan di kampung-kampung, tidak banyak barang yang di jual sehingga masyarakat dikampung lebih sederhana dan rata-rata memiliki kesehatan yang lebih dibandingkan masyarakat Kota. Apabila barang Import tidak laku dijual maka secara tidak langsung akan menimbulkan kerugian bagi pelaku import, oleh karena itu pelaku import dengan berbagai strategi pemasaran agar masyarakat tertarik dengan barang import tersebut sehingga masyarakat kita hampir seperti anak yang belum Dewasa, contoh anak kecil apabila temannya memiliki barang/permainan baru maka si kecil akan meminta orang tuanya untuk membeli permainan tersebut. Apabila banyak anak yang memainkan permainan tersebut maka semua anak rata-rata akan mengikuti permainan tersebut. memang rata-rata kita menggunakan barang yag digunakan bukan lagi atas dasar kebutuhan, akan tetapi lebih banyak kepada hasrat. INDIKATOR PERILAKU KONSUMTIF 1. Membeli produk karena penawaran khusus. Konsumen membeli suatu barang karena adanya penawaran khusus jika membeli barang tersebut. 2. Membeli produk karena penampilannya yang menarik. Konsumen sangat mudah untuk membeli suatu produk dikarenakan penampilannya yang menarik. Artinya motivasi untuk membeli produk tersebut hanya karena penampilan produk tersebut menarik. 3. Membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi. Konsumen mempunyai keinginan membeli yang tinggi, karena pada umumnya perempuan dewasa awal mempunyai ciri khas dalam berpakaian, berdandan, gaya rambut dan sebagainya dengan tujuan agar mereka selalu berpenampilan yang dapat menarik perhatian orang lain. 4. Membeli produk atas pertimbangan harga (bukan atas dasar manfaat atau kegunaannya) Konsumen cenderung berperilaku yang ditandakan oleh adanya kehidupan mewah sehingga cenderung menggunakan segala hal yang dianggap paling mewah. 5. Membeli produk hanya sekedar menjaga simbol status. Konsumen mempunyai kemampuan membeli yang tinggi baik dalam berpakaian, berdandan, gaya rambut dan sebagainya sehingga hal tersebut dapat menunjang sifat eksklusif dengan barang yang mahal dan memberi kesan berasal dari kelas sosial yang lebih tinggi. 6. Memakai produk karena unsur konformitas terhadap model yang mengiklankan. Konsumen cenderung meniru perilaku tokoh yang diidolakannya dalam bentuk menggunakan segala sesuatu yang dapat dipakai tokoh idolanya. 7. Membeli produk dengan harga mahal untuk meningkatkan rasa percaya diri. Konsumen sangat terdorong untuk mencoba suatu produk karena mereka percaya apa yang dikatakan oleh iklan tersebut dapat menumbuhkan rasa percaya diri. Dengan membeli produk yang mereka anggap dapat mempercantik penampilan fisik, mereka akan menjadi lebih percaya diri. 8. Mencoba lebih dari dua produk sejenis. Konsumen akan cenderung menggunakan produk dengan jenis yang sama tetapi dengan merek yang lain dari produk yang sebelumnya ia gunakan, meskipun produk tersebut belum habis dipakainya. #Dampak positif perilaku konsumtif meliputi: Memberikan kepuasan bagi konsumen. Memberikan keuntungan bagi produsen dan kegiatan ekonomi lain. Meningkatkan perputaran roda perekonomian. #Dampak negatif perilaku konsumtif meliputi: Terjadi pemborosan. Menimbulkan kesenjangan sosial. Menimbulkan inflasi. Selain itu prilaku konsumtif merupakan uapaya bagi marketer untuk mengoda masyarakat untuk melakukan transaksi dengan berbagai cara agar barang yang ditawarkan bisa terjual. SEMOGA BERMANFAAT

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama