PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » BISNIS TIKUS PUTIH DI SUBANG, MODAL MINIMALIS CUANNYA FANTASTIS!

Serba Serbi GSP - Yudha Setia Priatna (22) berhasil melakoni bisnis ternak tikus putih di Kampung Panaruban, Desa Cicadas, Sagalaherang, Kabupaten Subang. Namun tahukah Anda, bisnis dengan omzet fantastis ini modal operasionalnya cukup minim ? Di halaman rumahnya Yudha terlihat gesit memberikan pakan-pakan untuk tikus putih jenis Rat dan Mencit tersebut. Dalam sehari ia bisa memberikan pakan tikus hanya mengeluarkan sekitar Rp 30 ribu saja. Ia memberikan pakan berupa sayur-sayuran dicampur nasi bekas. "Pakannya cukup sayur-sayuran sama nasi bekas saja. Sekitar Rp. 30 ribu habis lah dalam sehari, kalau dihitung per hari tetap segitu," ujar Yudha kepada detikJabar belum lama ini. Yudha menjelaskan, budi daya tikus putih ini cukup mudah dan menguntungkan. Pasalnya selain pakan tikus putih yang cukup minimalis, tikus putih mudah beranak dan permintaannya juga dinilai cukup tinggi. "Untuk proses kawin, dua tikus jantan cukup digabungkan dengan dua puluh ekor tikus betina. Setelah tikus betina yang terlihat hamil langsung dipisahkan hingga melahirkan," katanya. Sementara itu, untuk saat ini ia sudah mulai memasarkan tikus putih ke wilayah Bandung maupun sekitaran Subang. Menurutnya hanya butuh satu minggu dari tikus betina untuk hamil hingga melahirkan, tinggal menunggu satu bulan lagi untuk siap dipanen. Perbedaan tikus rat dan mencit sendiri hanya dari ukurannya saja. Untuk cara beternaknya pun tetap sama. "Satu ekor tikus mencit dijual mulai harga Rp 3.500 sampai Rp 7.000 perekornya. Sementara tikus rat dijual dari Rp 7.000 sampai Rp 9.000, untuk reseller dengan pembelian minimal 100 ekor harga lebih murah," katanya. Ia menjelaskan mencit kecil hanya diistirahatkan 3 hari untuk bisa bereproduksi, sedangkan jenis rat besar hampir 3 mingguan diistirahatkan untuk bisa berkembang biak lagi. Selain para peternak dan pecinta ular, pemasaran tikus putih ini juga masuk hingga universitas untuk keperluan uji coba laboratorium. Bahkan harganya lebih tinggi jika dijual ke universitas. Dari budidaya tikus putih ini, Yudha maraup omzet mulai Rp 8 juta hingga Rp 10 juta perbulannya. Mudahnya budidaya tikus putih ini, Yudha mampu mengelola bisnis ternak tikus putih ini seorang diri. (DetikF)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama